Bangko, Forumnusantaranews.com-
Pemerintah Kabupaten Merangin menjamu kedatangan Tim Evaluator UNESCO Global Geopark (UGGp) dalam acara gala dinner yang berlangsung hangat di Rumah Dinas Bupati, Senin (10/8/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Merangin M. Syukur memperkenalkan kekayaan potensi daerah melalui diplomasi budaya, wastra, dan kuliner tradisional sebagai bagian dari upaya mempertahankan status Geopark Merangin Jambi.
Nuansa lokal begitu terasa ketika Bupati M. Syukur beserta istri Lavita Syukur tampil kompak mengenakan Batik Geopark Merangin motif Stalaktit Goa Tiangko.
Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, Bupati menghadiahkan syal Batik Geopark bermotif fosil kerang dengan paduan warna biru dan putih kepada Mr. Nicolas Klee dari Monts D’Ardeche UNESCO Global Geopark, (Prancis) dan Prof. Dr. Yongmun Jeon dari Jeju Island UNESCO Global Geopark, (Korea Selatan).
Seluruh kerajinan batik yang diperkenalkan merupakan hasil karya Batiki Sri Rajo yang berlokasi di Lingkungan Sungai Mas, Pasar Atas Bangko.
“Batik motif fosil kerang dan stalaktit ini bukan hanya kain, tetapi bagian dari jejak geologi Merangin yang wajib kita jaga kelestariannya. Pemerintah ingin tim evaluator tidak hanya melihat warisan bumi kita di lapangan, tetapi juga merasakan kebanggaan masyarakat yang tertuang dalam kerajinan tradisional,” ujar Bupati M. Syukur.
Tak hanya wastra, para utusan UNESCO juga diajak mengeksplorasi cita rasa lokal Merangin melalui sajian makan malam.
Hidangan utama yang disuguhkan meliputi Tempoyak Buluh dan Gulai Pakis Tekuyung. Sebagai kudapan dan pencuci mulut, hadir Gelamai Perentak serta Penyaram khas Merangin.
Bupati menegaskan bahwa kuliner tersebut memiliki keterikatan erat dengan kearifan lokal masyarakat sekitar kawasan geopark.
“Menu seperti Tempoyak Buluh dan Gulai Pakis Tekuyung ini adalah warisan resep turun-temurun. Melalui sajian ini, kita ingin menunjukkan bahwa kelestarian alam Merangin berbanding lurus dengan budaya dan kuliner tradisional yang terus hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Langkah diplomasi budaya ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Merangin untuk menunjukkan bahwa Geopark Merangin tidak hanya unggul di aspek geologi, tetapi juga kuat pada biodiversity dan cultural diversity.
Dengan memperkenalkan batik dan kuliner lokal kepada evaluator internasional, Pemkab berharap produk UMKM Merangin semakin dikenal dan memiliki nilai jual di tingkat global.
Acara gala dinner ditutup dengan suasana keakraban, diskusi santai, dan pertukaran cerita budaya antara tuan rumah dan tim evaluator.(*)


Tinggalkan Balasan