Kisah Hamim Kehilangan Motor dari Orang Tua Akibat Kebakaran Pabrik Ban Purworejo

Kebakaran Hebat di Area Parkir Pabrik Ban, Ratusan Sepeda Motor Ludes Terbakar

Kebakaran yang terjadi di area parkir gedung perkantoran pabrik ban PT Arami Jaya pada Kamis (14/5/2026) menimbulkan kerugian besar bagi para karyawan. Salah satu korban, Hamim Mutarudin, harus kehilangan sepeda motor yang merupakan hadiah dari orangtuanya. Saat itu, ia hanya bisa pasrah melihat kendaraannya hangus terbakar.

Kondisi Kebakaran yang Mengerikan

Kebakaran terjadi pada pagi hari dan cepat menyebar ke seluruh area parkir. Banyak kendaraan roda dua yang terbakar hingga tidak dapat dikenali lagi, hanya menyisakan rangka besi. Hamim mengaku sedang bekerja di dalam gedung saat kejadian. Ia baru menyadari situasi ketika mendengar teriakan para pekerja yang berlarian keluar.

“Posisi saya sedang di gedung satu, sebelah barat. Tiba-tiba teman-teman pada lari karena api sudah besar,” katanya. Sarung tangan yang masih melekat di tangannya menunjukkan bahwa ia baru saja selesai bekerja saat kejadian terjadi.

Penyebab Kebakaran Masih Dicari

Hamim memperkirakan bahwa hanya sebagian kecil kendaraan yang berhasil diselamatkan. Ia mengatakan, di area parkir atas terdapat sekitar 100 hingga 150 sepeda motor milik pekerja shift dan nonshift. Total kendaraan di area bawah dan atas diperkirakan mencapai sekitar 400 unit.

“Yang atas itu penuh. Banyak motor milik karyawan shift,” ujarnya. Di tengah kekacauan, Hamim sempat berharap motornya masih bisa diselamatkan. Namun, setelah melihat langsung kondisi parkiran, harapan tersebut pupus. “Sudah enggak bisa diselamatkan. Tinggal rangkanya saja,” katanya pelan.

Makna Emosional dari Kendaraan

Motor yang hilang bukan hanya sekadar kendaraan biasa bagi Hamim. Itu adalah hadiah dari orangtuanya yang membantu aktivitas kerjanya sehari-hari. Baginya, kehilangan motor ini bukan hanya soal nilai materi, tetapi juga memiliki makna emosional. “Motor dari orangtua,” katanya singkat.

Ia mengaku bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, ia masih terpukul karena motor yang selama ini digunakan untuk bekerja kini sudah tak tersisa. Peristiwa kebakaran ini juga meninggalkan duka bagi banyak pekerja lainnya. Sebagian besar kendaraan yang terbakar merupakan alat transportasi utama para karyawan untuk berangkat kerja setiap hari.

Pendugaan Sumber Api

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Hamim mengaku belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Namun, ia menduga api bukan berasal dari puntung rokok seperti isu yang sempat beredar di kalangan pekerja. “Kalau puntung rokok kayaknya enggak mungkin,” ujarnya. Ia lebih menduga sumber api kemungkinan berasal dari korsleting listrik atau sesuatu yang memicu percikan di area parkir bagian atas sebelah barat.

“Kayaknya sempat ada suara pecah, tapi kalau ledakan kurang tahu,” katanya. Menurut Hamim, situasi saat itu berlangsung sangat cepat. Tidak ada alarm atau peringatan khusus sebelum para pekerja berhamburan keluar menyelamatkan diri. “Enggak ada bel atau bunyi apa-apa. Tiba-tiba sudah pada lari semua,” ucapnya.

Proses Investigasi Masih Berlangsung

Petugas terkait masih melakukan pendataan jumlah kendaraan terdampak serta penyelidikan lebih lanjut mengenai sumber api yang menghanguskan area parkir tersebut. Meski kehilangan kendaraan, Hamim tetap menjaga semangat dan berharap proses investigasi bisa segera menemukan jawaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *