Perkuat Diversifikasi Bisnis Diagnostik Zoonotik
PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) melakukan langkah strategis untuk memperkuat diversifikasi bisnis diagnostik zoonotik. Hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi meningkatnya kewaspadaan global terhadap potensi mutasi hantavirus yang dikhawatirkan mampu meningkatkan kecepatan penularan serta tingkat fatalitas infeksi.
Perseroan melihat ancaman penyakit zoonotik yang semakin berkembang sebagai peluang untuk memperluas sistem deteksi dini berbasis teknologi diagnostik yang cepat dan akurat. CHEK mengembangkan ekosistem pemeriksaan penunjang melalui penggunaan teknologi molecular diagnostic dan polymerase chain reaction (PCR). Teknologi ini memungkinkan deteksi material genetik virus meski dalam konsentrasi rendah, sehingga sangat efektif dalam mendeteksi penyakit sejak dini.
Selain itu, perseroan juga sedang mengembangkan teknologi genomic sequencing untuk memantau perubahan strain virus secara lebih presisi. Dengan demikian, CHEK dapat memberikan data yang akurat dan up-to-date mengenai perubahan virus, yang sangat penting dalam menentukan strategi penanganan penyakit.
Untuk mendukung kemampuan diagnostik yang lebih lengkap, CHEK juga memperkuat layanan immunoassay dan serologi. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi antigen maupun respons imun tubuh secara cepat, sehingga mempercepat proses diagnosis dan intervensi medis.
Penguatan lini diagnostik tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan sistem kesehatan dalam menghadapi potensi wabah penyakit menular di masa depan. Direktur Utama Diastika Biotekindo F.X Yoshua R menjelaskan bahwa perseroan tidak hanya fokus pada penyediaan alat kesehatan, tetapi juga membangun solusi ketahanan kesehatan nasional melalui penguatan lini precision medicine.
Menurut Yoshua, saat ini CHEK sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah merek global untuk menghadirkan alat pemeriksaan hantavirus di Indonesia. Langkah ini dilakukan karena meningkatnya kebutuhan akan deteksi penyakit zoonotik berbasis teknologi molekuler.
“Saat ini kami sedang melakukan pembicaraan intens dengan beberapa produk atau merek besar dunia untuk kerja sama menghadirkan alat kesehatan untuk pemeriksaan hantavirus di Indonesia,” ujar Yoshua dalam keterangan resmi.
Dengan inisiatif-inisiatif tersebut, CHEK berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi inovatif dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya dalam bidang diagnostik penyakit zoonotik. Dengan teknologi yang terus dikembangkan dan kolaborasi internasional, CHEK berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kesehatan masyarakat secara lebih baik.
Tinggalkan Balasan