Probolinggo,forumnusantaranews.com-
Kodim 0820/Proboliggo melalui Koramil jajaran kembali hadir di tengah – tengah para petani guna melakukan pendampingan. Pendampingan secara langsung tersebut sebagai bentuk komitmen dalam rangka mendukung dan mensukseskan program gerakan antisipasi darurat pangan nasional.
Anggota Koramil 0820-01/Kanigaran Pelda Sugio menyampaikan pendampingan kali ini dilakukan dalam proses pemupukan tanaman jagung di lahan pertanian milik pemeritah yang di sewa Suyanto (35) salah satu warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
“Proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi hasil dari pertanian, berangkat dari hal tersebut maka kami melakukan pendampingan dan pengwasan mulai dari proses awal,” kata Pelda Sugio, Sabtu (11/7).
Pelda Sugio menambahkan, ketahanan pangan nasional adalah kondisi di mana semua orang memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman dan bergizi. “Untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dilakukan upaya yakni membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi, membangun bendungan, memodernisasi irigasi, menjaga kebersihan saluran irigasi, mengendalikan impor dan ekspor pangan serta memperkuat infrastruktur,”ujarnya.
Pelda Sugio mengungkapkan, ketahanan pangan nasional penting karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan cakupan geografis yang luas. Beberapa komponen ketahanan pangan nasional adalah ketersediaan pangan, stabilitas ketersediaan pangan, aksesibilitas terhadap pangan dan pemanfaatan pangan.
Sumberdaya pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian dalam menjaga ketahanan pangan. “Kunci dalam gerakan antisipasi darurat pangan nasional adalah meningkatkan produksi dengan semua sumber daya yang difokuskan dalam peningkatan produksi baik saat ini maupun yang akan datang,”ungkapnya.
Lebih lanjut anggota murah senyum ini mengungkapkan, bahwa pemerintah pusat melalui TNI telah menerapkan pendekatan yang holistik, dukungan sarana dan prasarana ditujukan pada proses hulu sampai hilir dari penyiapan lahan sampai pengolahan.“Mari bersinergi untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian yang secara tidak langsung tentunya berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan,”jelasnya.(Sin)
Tinggalkan Balasan