Kualitas Udara Kubu Raya dan Mempawah Menurun Akibat Karhutla, BMKG Peringatkan Cuaca Kering

Kondisi Wilayah Kubu Raya yang Rentan Terhadap Karhutla

Wilayah Kubu Raya yang didominasi oleh kontur tanah gambut memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini disebabkan oleh sifat tanah gambut yang mudah terbakar dan rentan terhadap kekeringan. Akibatnya, beberapa titik api (hotspot) telah mulai muncul di berbagai lokasi, termasuk kawasan Rasau Jaya hingga Punggur.

Kondisi cuaca yang kering akibat minimnya curah hujan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) memicu penurunan kualitas udara secara signifikan. Asap dari kebakaran lahan tersebut kini mulai menyebar dan mengintai pemukiman warga setempat, sehingga berdampak langsung pada memburuknya kualitas udara.

Berdasarkan data pantauan terakhir per 20 Juli 2026, Kabupaten Kubu Raya mencatatkan angka kualitas udara terburuk di Kalbar dan masuk dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi maksimum harian PM 2.5 mencapai 116,4. Kondisi serupa juga dialami wilayah tetangga, yaitu Kabupaten Mempawah, yang kualitas udaranya turut berada pada kategori tidak sehat dengan konsentrasi maksimum harian PM 2.5 mencatatkan angka 65,2.

Peringatan BMKG: Cuaca Kering Diprediksi Masih Berlangsung

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan bahwa potensi pemburukan kualitas udara masih sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Kalbar yang diprakirakan masih cukup kering dan minim potensi hujan selama beberapa hari ke depan.

Cuaca kering yang berlangsung terus-menerus meningkatkan risiko munculnya titik api baru, terutama jika terjadi aktivitas pembakaran lahan. Dengan demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan pernapasan.

Warga Diimbau Menggunakan Masker, Terutama Saat Malam Hari

Menyikapi penurunan kualitas udara yang semakin mengkhawatirkan, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan pernapasan. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah sangat disarankan untuk selalu menggunakan masker. Langkah perlindungan ini menjadi sangat krusial, terutama bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan pada malam hari saat pekatnya asap karhutla cenderung lebih terasa mengendap di permukaan.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
* Menghindari aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk.
* Memastikan penggunaan masker N95 atau masker medis yang efektif dalam melindungi pernapasan.
* Menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup sehat dan konsumsi nutrisi yang cukup.

Dengan adanya ancaman karhutla dan dampaknya terhadap kualitas udara, penting bagi masyarakat untuk tetap mengikuti informasi terkini dan mengambil tindakan preventif yang diperlukan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *