MAHASISWA KKN 60 UNEJ CIPTAKAN PRODUK KESEHATAN BERBASIS TANAMAN REMPAH DAN OBAT KELUARGA CEGAH COVID-19


MAHASISWA KKN 60 UNEJ CIPTAKAN PRODUK KESEHATAN BERBASIS TANAMAN REMPAH DAN OBAT KELUARGA CEGAH COVID-19

Forum Nusantara: Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan adanya pandemi COVID-19. Universitas Jember merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang mengadakan KKN dengan mengusung tema KKN Back to Village, yaitu mahasiswa melakukan pengabdian kepada masyarakat yang ada di kampung halamannya masing-masing. Nilam Ardiningtyas adalah salah satu mahasiswa Universitas Jember yang mengikuti kegiatan KKN Back to Village di daerah Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Di era new normal yang diterapkan oleh pemerintah saat ini, masyarakat justru banyak yang beranggapan bahwa virus corona telah lenyap, akibatnya orang-orang mulai lalai untuk menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Padahal di Indonesia, bahkan di Kabupaten Jember, angka kasus positif COVID-19 masih terus meningkat, yang mengakibatkan harga masker, multivitamin, dan hand sanitizer mengalami kenaikan.

Tanaman rempah dan obat keluarga (TROGA) dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti multivitamin yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh terutama dalam meningkatkan imunitas, dan untuk pencegahan penularan COVID-19 melalui pembuatan hand sanitizer dari TROGA. Namun, masih banyak masyarakat yang belum peduli dengan TROGA dan manfaat-manfaat yang dapat diperoleh untuk kesehatan tubuh, sehingga masih banyak yang rela mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membeli multivitamin dan hand sanitizer yang ada di pasaran demi menjaga anggota keluarganya agar tidak tertular COVID-19.

Oleh karena itu, Nilam Ardiningtyas dengan bimbingan dari Bapak Sundahri selaku dosen pembimbing lapang menyusun program kerja KKN dengan judul “Pemanfaatan Tanaman Rempah dan Obat Keluarga sebagai Produk Kesehatan untuk Meningkatkan Imunitas dan Mencegah Penularan COVID-19”. Program ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka kasus positif COVID-19 di Kelurahan Tegal Gede, serta mengatasi masalah peningkatan harga produk-produk kesehatan yang ada di pasaran dengan menggunakan bahan alternatif yang aman dan ramah lingkungan dari TROGA.

Salah satu kegiatan dalam program kerja mahasiswa KKN
Pada program kerja ini, mahasiswi dari kelompok KKN 60 tersebut menciptakan produk inovasi berupa minuman herbal bubuk yang terbuat dari kombinasi TROGA seperti jahe, kunyit, temulawak, dan daun sirih. Produk minuman herbal yang diberi nama “Fit n Fresh” tersebut dikemas dalam box yang telah didesain beserta logonya. Kotak tersebut berisi 15 kantong celup yang praktis dan terbebas dari ampas. Adapun manfaat produk tersebut yaitu dengan adanya kandungan jahe, kunyit, dan temulawak dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh; sedangkan adanya kandungan daun sirih dapat membuat tubuh menjadi lebih segar.

Produk minuman herbal Fit n Fresh
Dengan diciptakannya produk tersebut, Nilam Ardiningtyas berharap minuman herbal Fit n Fresh dapat menjadi produk minuman yang digemari oleh masyarakat karena rasanya yang nikmat dan juga kaya akan manfaat, terutama dalam membantu meningkatkan imunitas tubuh yang sangat kita butuhkan di masa pandemi COVID-19 saat ini.

Selain produk minuman herbal, Nilam Ardiningtyas juga menciptakan produk hand sanitizer non-alkohol. Produk Kesehatan ini terbuat dari daun sirih yang dikombinasikan dengan kulit jeruk nipis. Daun sirih merupakan antiseptik alami yang dapat berfungsi untuk membunuh mikroba. Namun, daun sirih mudah mengalami oksidasi yang menyebabkan terjadinya perubahan warna menjadi kecoklatan. Oleh karena itu, diperlukan penambahan antioksidan yang dapat diperoleh dari kulit jeruk nipis. Hal ini didasarkan hasil penelitian bahwa tidak hanya sari buahnya, ternyata kulit jeruk nipis juga mengandung antioksidan.

Produk hand sanitizer dari daun sirih dan kulit jeruk nipis
Dengan adanya produk hand sanitizer berbahan daun sirih dan kulit jeruk nipis tersebut, diharapkan dapat mengatasi masalah meningkatnya harga hand sanitizer yang dijual di pasaran. Selain itu, sasaran juga dapat mengolah limbah kulit jeruk nipis yang sudah tidak terpakai lagi menjadi produk yang bermanfaat untuk kesehatan, terutama dalam melakukan pencegahan terhadap penularan COVID-19, serta dapat menciptakan peluang usaha bagi sasaran.

Berdasarkan testimoni kepada sasaran yang telah mengikuti kegiatan KKN tersebut menyatakan bahwa dengan adanya program KKN ini dapat menambah wawasan mengenai pentingnya protokol kesehatan di era new normal. Inovasi teknologi pembuatan minuman herbal bubuk dan hand sanitizer dari tanaman rempah dan obat keluarga yang diberikan mahasiswa juga dapat menghemat keuangan keluarga karena tidak perlu lagi membeli multivitamin dan hand sanitizer di pasaran yang kini harganya menjadi relatif mahal, bahkan pada beberapa bulan yang lalu sulit sekali diperoleh di pasaran.Pungkasnya. (MF)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *