Mata Melotot dan Wajah Marah? Ini Tanda Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Mata Melotot yang Bukan Hanya Karena Penuaan

Mata yang tampak semakin menonjol atau melotot bukan hanya sekadar tanda penuaan atau kelelahan. Bisa jadi, ini adalah gejala awal dari penyakit tiroid yang memengaruhi area mata. Penyakit ini dikenal dengan nama thyroid eye disease, yaitu gangguan mata akibat penyakit tiroid. Proses autoimun yang terjadi dalam tubuh bisa menyebabkan pembengkakan pada jaringan otot dan lemak di sekitar bola mata.

Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Banyak orang baru menyadari adanya masalah kesehatan ketika bentuk matanya mulai berubah. Awalnya, mungkin hanya merasa mata terlihat lebih besar dari biasanya. Lalu, muncul komentar dari lingkungan bahwa wajah tampak seperti sedang marah, mata terlihat menonjol, atau sulit memejamkan mata dengan sempurna. Namun, banyak yang menganggap perubahan tersebut hanya faktor kelelahan, penuaan, atau perubahan bentuk wajah.

Padahal, mata yang tampak makin menonjol bisa menjadi tanda gangguan hormon tiroid. Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M menjelaskan bahwa thyroid eye disease sering ditemukan sebagai kondisi yang cukup umum. Banyak pasien justru mengetahui dirinya memiliki masalah tiroid setelah datang ke dokter mata.

Perkembangan Gejala yang Bertahap

Menurut dr. Tri, keluhan pada penderita thyroid eye disease sering kali muncul secara perlahan. Awalnya hanya perubahan penampilan mata, tetapi seiring waktu, gejalanya dapat semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasien biasanya datang dengan keluhan:

  • Mata tampak semakin menonjol
  • Mata terasa sulit menutup sempurna
  • Penglihatan mulai dobel
  • Kelopak mata terasa tertarik
  • Wajah terlihat berbeda dari sebelumnya

“Pasien-pasien datangnya justru ke dokter mata dulu. Duh dok kok mata saya makin lama kayak makin melotot. Saya dikatakan teman-teman saya kayak marah terus karena melotot terus,” ujar dr. Tri dalam diskusi di Jakarta Pusat.

Karena perubahan terjadi perlahan, banyak orang tidak langsung menyadari bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan penyakit sistemik. Bukan Cuma Hormon, Ada Peran Autoimun

Thyroid eye disease bukan sekadar masalah hormon berlebih. Menurut dr. Tri, ada proses autoimun yang ikut berperan. Pada kondisi ini, sistem imun menyerang kelenjar tiroid sehingga produksi hormon menjadi berlebihan. Gangguan tersebut kemudian berdampak pada jaringan sekitar mata.

Akibat reaksi peradangan yang berlangsung terus-menerus, jaringan lemak dan otot di sekitar bola mata mengalami pembengkakan. Kondisi inilah yang akhirnya membuat mata tampak semakin menonjol. “Karena memang pada otot mata ini ada zat atau fibroblast yang dia dapat menerima si antigen dari hormon thyroidnya itu sendiri sehingga lama-lama terjadi reaksi peradangan,” jelasnya.

Selain menyebabkan mata tampak melotot, pembengkakan jaringan juga bisa memengaruhi gerakan mata. Akibatnya, sebagian pasien mulai mengalami penglihatan ganda atau dobel.

Risiko pada Perempuan Usia di Atas 40 Tahun

Menurut dr. Tri, thyroid eye disease lebih banyak ditemukan pada perempuan. Risikonya meningkat pada usia di atas 40 tahun. Data yang dipaparkan menunjukkan sekitar 50 persen pasien penyakit tiroid dapat mengalami gangguan mata. Sementara mayoritas kasus berkaitan dengan kondisi hipertiroid.

“Perempuan memang lebih 5 kali lebih berisiko,” jelas dr. Tri. Selain faktor genetik, stres dan kebiasaan merokok juga dapat memperburuk kondisi. Baik perokok aktif maupun pasif disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami perburukan gejala.

Dampak Psikologis yang Tidak Terduga

Perubahan bentuk mata ternyata tidak hanya berdampak fisik. Menurut dr. Tri, banyak pasien mengalami perubahan psikologis karena penampilan yang berubah. Sebagian menjadi tidak percaya diri. Ada yang mulai menarik diri dari lingkungan sosial. Bahkan beberapa pasien disebut memilih berhenti bekerja karena merasa tidak nyaman dengan perubahan wajahnya.

“Pasien sering mengalami kayak dia merasa minder akhirnya resign dari kantor dan lebih menutup diri,” katanya. Karena itu, mata yang makin tampak melotot, sulit menutup sempurna, atau muncul penglihatan dobel sebaiknya tidak dianggap sekadar perubahan biasa. Sebab, pada sebagian orang, perubahan di mata justru bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan kesehatan yang lebih besar di dalam tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *