ForumNusantaranews.com LAMPUNG SELATAN sabtu 8 Agustus 2026– Kondisi akses jalan di Desa Ranji, Lampung Selatan, kembali menjadi perhatian setelah sebuah kendaraan yang disebut sebagai mobil Bupati mengalami kesulitan melintas saat melakukan kunjungan ke wilayah desa Ranji tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat kendaraan berpelat merah melaju di jalan desa dengan kondisi permukaan yang tampak tidak rata dan berbatu.
Kendaraan tersebut terlihat harus mengambil posisi tertentu agar dapat melewati bagian jalan yang cukup sulit dilalui.
Peristiwa itu sontak menarik perhatian warga. Terlebih, kunjungan kepala daerah ke desa semestinya juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang dirasakan masyarakat sehari-hari.
Bukan soal mobil pejabatnya, tetapi kondisi jalannya.
Jalan desa merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga hingga distribusi hasil pertanian. Kondisi jalan yang kurang memadai tentu dapat menjadi persoalan tersendiri, terutama bagi masyarakat yang setiap hari menggunakannya.
Informasi yang beredar menyebutkan adanya janji untuk segera melakukan perbaikan terhadap akses jalan tersebut. Namun, masyarakat tentu berharap janji tersebut tidak berhenti sebagai respons sesaat setelah kunjungan, melainkan benar-benar ditindaklanjuti dengan langkah konkret.
IMF (integrity media forum) menilai, kejadian ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Jika kondisi jalan sampai menyulitkan kendaraan kepala daerah saat kunjungan lapangan, maka kondisi yang sama tentu berpotensi lebih dirasakan oleh masyarakat yang setiap hari melintasinya.
Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat segera melakukan pengecekan kondisi jalan, menentukan skala prioritas, serta memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai rencana dan waktu penanganannya.
“Kunjungan pejabat jangan hanya menghasilkan dokumentasi. Kalau ditemukan persoalan di lapangan, harus ada tindak lanjut nyata. Masyarakat membutuhkan jalan yang layak, bukan sekadar janji perbaikan,” demikian sorotan IMF.(*)

Tinggalkan Balasan