Pemkab Sarolangun Gelar Sosialisasi Akbar Cegah Narkoba, Radikalisme dan Terorisme hingga ke Tingkat Desa

Sarolangun, Forumnusantaranews.com-
Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait memperkuat sinergi dalam mencegah penyalahgunaan narkoba serta penyebaran paham radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Akbar Pencegahan Narkoba, Paham Radikalisme dan Terorisme di Lingkungan Pemerintah Desa/Kelurahan dan Kecamatan se-Kabupaten Sarolangun yang dipusatkan di Ruang Pola Utama Kantor Bupati Sarolangun, Jumat pagi (7/8/2026).
Ini merupakan kegiatan sosialisasi akbar kedua. Sehari sebelumnya, kegiatan serupa juga digelar untuk skala Pendidikan Dasar hingga Atas.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K. beserta rombongan, Kasatgaswil Jambi Densus 88 Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H. beserta rombongan, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H. beserta jajaran, perwakilan Dandim 0420/Sarko Kapten Inf. Husnan Effendi, perwakilan Danyonif TP 896/S.P. Letda Inf. Ahmad Riza, Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal, jajaran Kementerian Agama, para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Perangkat Daerah (OPD), Camat, Bhabinkamtibmas/Babinsa se-Kabupaten Sarolangun, Kades/Lurah/Sekdes, insan pers/media serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa dalam mencegah peredaran narkoba dan potensi tumbuhnya paham radikal.
Menurutnya, melalui sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat, upaya pencegahan dapat dilakukan lebih dini. Warga juga didorong untuk tidak ragu melapor jika menemukan indikasi.
“Warga wajib melapor 1×24 jam dan bersinergi dengan polisi serta masyarakat,” tegas Kapolres.
Bupati Sarolangun H. Hurmin, S.E. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala BNN Provinsi Jambi dan Kasatgaswil Jambi Densus 88 yang hadir langsung memberikan edukasi.
Bupati menegaskan, ancaman narkoba, radikalisme dan terorisme adalah persoalan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Ia mencontohkan kasus mantan narapidana terorisme eks napiter yang terlibat pengeboman Polres Dharmasraya sebagai pengingat bahwa ancaman bisa muncul dari lingkungan tak terduga.
“Ini adalah tugas kita bersama. Saya berharap para Camat, Lurah dan Kepala Desa memahami serta menyadari bahaya narkoba dan paham radikal. Yang tidak disangka-sangka, bahkan imam maupun PNS bisa terpapar paham terorisme,” tegas Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa menjadi garda depan pencegahan, khususnya dengan memberikan pemahaman kepada generasi muda.
Bupati kemudian membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Akbar Pencegahan Narkoba, Paham Radikalisme dan Terorisme.
Kepala BNN Jambi Paparkan Data dan Strategi “Tutup Lubang Tikus Narkotika” Materi utama disampaikan Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K. dengan tema “Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Ketahanan Masyarakat terhadap Ancaman Narkoba.”
Brigjen Asep mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia mengajak semua elemen memperkuat komitmen memberantas peredaran narkotika.
“Kita harus tutup lubang-lubang tikus narkotika di Kabupaten Sarolangun. Kita sama-sama berkomitmen bahwa kabupaten ini bersih dari narkotika. Kita jaga anak-anak kita,” ujarnya.
Dalam pemaparan juga disampaikan pentingnya memperkuat pancagatra sebagai bagian ketahanan nasional agar masyarakat memiliki daya tahan terhadap berbagai ancaman.
Kepala BNN Jambi juga memaparkan data terkini: terdapat sekitar 1.700 tersangka pengedar narkoba di Provinsi Jambi. Prevalensi pengguna narkoba naik dari 1,7 persen menjadi 4,2 persen pada periode 2023–2025.
Sebagai penguat edukasi, kegiatan diisi testimoni dari mantan narapidana terorisme eks napiter, Giovani Rafli, yang disebut terlibat dalam kasus pengeboman Polres Dharmasraya. Testimoni ini diharapkan menjadi pelajaran agar masyarakat lebih waspada terhadap rekrutmen dan penyebaran paham menyimpang.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Sarolangun H. Hurmin menyerahkan cinderamata/plakat kepada Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin dan Kasatgaswil Jambi Densus 88 Kombes Pol. Beri Diatra.
Data tersebut menjadi perhatian serius untuk meningkatkan langkah pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)
Sosialisasi ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi Pemkab Sarolangun, BNN, Polri, TNI, kecamatan, desa, dan masyarakat. Pemerintah desa diharapkan tidak hanya menjadi objek, tetapi pionir dan garda terdepan dalam menciptakan lingkungan aman, sehat dan bebas narkoba.
Melalui sinergi tersebut, Pemkab Sarolangun berkomitmen membangun ketahanan masyarakat sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman narkotika, radikalisme dan terorisme demi mewujudkan masyarakat Sarolangun yang aman, sehat dan berdaya saing menuju Sarolangun MAJU.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *