Sarolangun, Forumnusantaranews.com-
Pemerintah Kabupaten Sarolangun menggelar Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleran, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET), Tindak Pidana Siber/Threat Crime Cyber (TCC), serta Perundungan di Lingkungan Pendidikan di GOR Gelora Sarolangun Emas, Kamis siang (6/8/2026).
Kegiatan yang diikuti ribuan peserta ini menjadi upaya nyata memperkuat ketahanan generasi muda dari berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan bangsa.
Mengusung tagline “Bersama Kita Cegah, Bersatu Kita Kuat, Generasi Muda Aman, Bangsa Hebat”, kegiatan ini menghadirkan kolaborasi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk memberikan edukasi langsung kepada pelajar.
Hadir secara langsung Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Bupati Sarolangun H. Hurmin, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Jambi Densus 88 Anti-Teror Polri Kombes Pol Beri Diatra, S.I.K., M.H., Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, perwakilan Kejaksaan Negeri Sarolangun yang diwakili Kasi Pidum Susilo, S.H., M.H., Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jambi H. Isma Wijaya, M.H., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar, M.M., Ketua TP PKK Kabupaten Sarolangun Ny. Risha Fitria Hurmin, para asisten dan staf ahli Bupati,seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun para camat dan lurah Se- Kabupaten Sarolangun serta ribuan pelajar SD, SMP, SMA, SMK dan MA se-Kabupaten Sarolangun.
Dalam sambutannya, Bupati Sarolangun H. Hurmin menegaskan tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berasal dari penyalahgunaan teknologi, tetapi juga penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Termasuk meningkatnya ancaman kejahatan siber dan kasus perundungan di lingkungan pendidikan.
“Karena itu, pemerintah daerah memandang perlunya langkah pencegahan melalui edukasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mampu membentuk karakter pelajar yang toleran, berintegritas, serta memiliki kecakapan menyaring informasi di era digital,” ujar Bupati.
Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat disebutnya sebagai kunci membangun ketahanan generasi muda.
Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani mengapresiasi inisiatif Pemkab Sarolangun yang menghadirkan sosialisasi berskala besar.
Ia menilai pencegahan harus dimulai sejak dini melalui penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, serta peningkatan literasi digital agar generasi muda tidak mudah terpengaruh paham menyimpang maupun kejahatan di ruang siber.
Sementara itu Kasatgaswil Jambi Densus 88 Anti-Teror Polri Kombes Pol Beri Diatra memberikan pemahaman mengenai bentuk penyebaran paham radikal yang kini berkembang melalui media digital.
Ia mengajak pelajar bijak bermedia sosial, berpikir kritis, dan tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Selain IRET, kegiatan ini juga mengangkat isu TCC dan perundungan (bullying). Peserta dibekali pemahaman bentuk kejahatan siber, dampak hukumnya, serta pentingnya budaya saling menghormati di sekolah.
Di akhir kegiatan, Bupati Hurmin menerima Piagam Penghargaan atas komitmen pemberantasan dan penanganan pencegahan intoleransi dan radikalisme.
Sosialisasi akbar ini menjadi bukti komitmen Pemkab Sarolangun bersama Pemprov Jambi dan aparat penegak hukum dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, kejahatan siber, maupun perundungan.
Diharapkan lahir generasi muda Sarolangun yang cerdas, berkarakter, cinta tanah air, dan menjadi benteng persatuan menuju Indonesia maju.(*)


Tinggalkan Balasan