Pemkot Jambi Perjuangkan Tambahan 15.000 Jargas Rumah Tangga di 2026 Biaya Cuma Rp. 40 Ribu/Bulan

Jambi, Forumnusantaranews.com-
Pemerintah Kota Pemkot Jambi terus mendorong perluasan jaringan gas bumi jargas rumah tangga. Pada 2026, Pemkot menargetkan penambahan kuota sebanyak 15.000 sambungan rumah.
Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap energi yang lebih hemat, aman, dan praktis.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam SDA Setda Kota Jambi Hendra Saputra mengatakan, jumlah kuota tahun ini mengalami kenaikan dari alokasi awal.
“Jumlah tersebut meningkat dari alokasi awal sekitar 13.235 sambungan rumah. Pemerintah pusat kemudian menambah kuota sebanyak 1.700 sambungan sehingga total pembangunan jargas tahun 2026 mencapai 15.000 sambungan rumah,” kata Hendra di Jambi, Senin (6/7/2026).
Hendra merinci, hingga pembangunan jargas tahun 2020, Kota Jambi telah memiliki 13.226 sambungan rumah.
Dari jumlah itu, sebanyak 11.025 sambungan telah aktif dan teraliri gas bumi. Sementara sisanya masih dalam proses aktivasi.
Menurut Hendra, kehadiran jargas memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Biaya pemakaian jargas jauh lebih rendah dibanding LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram.
“Rata-rata biaya pemakaian jargas berkisar Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per bulan, sedangkan kebutuhan rumah tangga yang menggunakan LPG umum mencapai tiga hingga empat tabung setiap bulan,” jelasnya.
Selain hemat, jargas juga dinilai lebih aman. Gas bumi memiliki berat jenis lebih rendah dari LPG sehingga tidak mudah terakumulasi jika terjadi kebocoran.
Sistem jargas juga dilengkapi regulator berlapis, mulai dari instalasi di rumah pelanggan hingga regulating station yang melayani satu wilayah.
Keuntungan lain, masyarakat mendapat pasokan gas 24 jam, energi lebih bersih, dan tidak perlu lagi mengantre ke pangkalan.
“Masyarakat tidak dikenakan biaya pemasangan melalui program ini dan hanya diminta memberikan persetujuan pemasangan jaringan di lingkungan rumah masing-masing,” kata Hendra.
Manfaat jargas juga dirasakan langsung oleh warga. Meinde Silabhan, warga Kelurahan The Hok, Kecamatan Jambi Selatan, mengaku kini tidak lagi khawatir kehabisan gas untuk memasak.
“Layanannya dinilai aman, serta lebih hemat dibandingkan menggunakan LPG,” ujarnya.
Hendra menambahkan, pembangunan jargas masih bergantung pada pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN karena membutuhkan investasi besar.(Nic/Tat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *