Baru Dipasang Sudah Padam, Proyek Lampu Jalan LED Rp4,4 Miliar di Lampung Utara Carut-Marut: Pejabat Dishub Saling Lempar Tanggung Jawab!

ForumNusantaranews.com LAMPUNG UTARA – Aroma tak sedap menyelimuti proyek pemasangan lampu jalan LED tahun anggaran 2026 di Kabupaten Lampung Utara. Fasilitas publik yang baru saja rampung dipasang tersebut kini sudah mengalami kerusakan dan padam di sejumlah titik. Alih-alih memberikan solusi, para pejabat di Dinas Perhubungan (Dishub) setempat justru terkesan bungkam dan saling lempar tanggung jawab bak bermain bola.

Diduga Karut-marut proyek ini mencuat ke publik setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kondisi lampu jalan LED yang rusak parah, padahal baru seumur jagung. Video tersebut juga menyentil besaran anggaran proyek yang fantastis, yakni disebut-sebut mencapai Rp4,4 miliar.

Saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya pada Senin (6/7/2026), Bendahara Dishub Lampung Utara, Nurbaiti, langsung menepis isu tersebut. Ia membantah bahwa pagu anggaran proyek bernilai Rp4,4 miliar. Namun, ketika didesak mengenai angka pasti yang digelontorkan untuk proyek bermasalah itu, Nurbaiti mendadak “ngeles” dan enggan terbuka.

“Tanya saja dengan PPTK-nya atau langsung konfirmasi ke Pak Kadis,” kelit Nurbaiti di hadapan awak media, seolah enggan terseret dalam pusaran masalah tersebut.

Aksi buang badan ini kian diperparah oleh sikap Nuraidi, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Saat dimintai kejelasan terkait proyek pemasangan lampu jalan LED yang dilaporkan menggunakan anggaran sebesar Rp4,4 miliar pada tahun 2026 ini, Nuraidi memilih bungkam seribu bahasa dan menghindari pertanyaan wartawan.

Hingga berita ini ditayangkan, kondisi lampu jalan di beberapa titik strategis masih dibiarkan mati total, memicu kekecewaan berat dari masyarakat pengguna jalan. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lampung Utara, Anom Sauni, belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi terkait bobroknya kualitas pengerjaan proyek serta aksi bungkam para bawahannya.

Masyarakat kini mendesak pihak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan memeriksa dugaan indikasi korupsi dan ketidakberesan dalam proyek bernilai miliaran rupiah ini.(Apri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *