Jambi, Forumnusantaranews.com-
Pemerintah Provinsi Jambi angkat bicara terkait kabar yang beredar di media soal perempuan yang disebut sebagai Tenaga Kerja Indonesia TKI asal Kabupaten Bungo yang diduga mengalami penganiayaan berat di Malaysia.
Juru Bicara Pemprov Jambi yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kominfo Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME menegaskan informasi tersebut tidak sesuai fakta. Hasil penelusuran dan koordinasi dengan pihak terkait menunjukkan perempuan yang disebut dalam berita itu bukan berasal dari Kabupaten Bungo seperti yang ramai diberitakan.
Ariansyah mengimbau masyarakat dan insan pers untuk mengedepankan prinsip verifikasi sebelum menyebarluaskan informasi yang kebenarannya belum jelas.
“Diminta kepada rekan-rekan jurnalis wartawan media, sebaiknya sebelum melakukan wawancara agar berita yang akan diwawancarai untuk dicek dan ricek sumbernya. Verifikasi foto atau videonya, bisa jadi berita lama atau editan,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Ia menambahkan, masyarakat sebaiknya memperoleh informasi terkait pekerja migran Indonesia melalui lembaga resmi. Lembaga yang berwenang menangani dan melindungi PMI di antaranya KP2MI, Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran BP3MI, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi.
Menurut Ariansyah, langkah verifikasi sangat penting agar setiap informasi yang beredar memiliki dasar yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bungo Taufik Hidayat turut memberikan penjelasan. Berdasarkan koordinasi dengan Camat Rantau Pandan dan pihak keluarga korban, ia memastikan kasus tersebut merupakan peristiwa lama yang terjadi sekitar dua tahun lalu.
“Bahkan perempuan yang bersangkutan saat ini kembali bekerja di Malaysia,” kata Taufik.
Pemprov Jambi berharap klarifikasi ini meluruskan informasi yang simpang siur. Sekaligus mengingatkan pentingnya cek dan ricek agar hoaks tidak berkembang dan merugikan banyak pihak. (Nic/Tat)
Pemerintah Provinsi Jambi angkat bicara terkait kabar yang beredar di media soal perempuan yang disebut sebagai Tenaga Kerja Indonesia TKI asal Kabupaten Bungo yang diduga mengalami penganiayaan berat di Malaysia.
Juru Bicara Pemprov Jambi yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kominfo Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME menegaskan informasi tersebut tidak sesuai fakta. Hasil penelusuran dan koordinasi dengan pihak terkait menunjukkan perempuan yang disebut dalam berita itu bukan berasal dari Kabupaten Bungo seperti yang ramai diberitakan.
Ariansyah mengimbau masyarakat dan insan pers untuk mengedepankan prinsip verifikasi sebelum menyebarluaskan informasi yang kebenarannya belum jelas.
“Diminta kepada rekan-rekan jurnalis wartawan media, sebaiknya sebelum melakukan wawancara agar berita yang akan diwawancarai untuk dicek dan ricek sumbernya. Verifikasi foto atau videonya, bisa jadi berita lama atau editan,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Ia menambahkan, masyarakat sebaiknya memperoleh informasi terkait pekerja migran Indonesia melalui lembaga resmi. Lembaga yang berwenang menangani dan melindungi PMI di antaranya KP2MI, Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran BP3MI, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi.
Menurut Ariansyah, langkah verifikasi sangat penting agar setiap informasi yang beredar memiliki dasar yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bungo Taufik Hidayat turut memberikan penjelasan. Berdasarkan koordinasi dengan Camat Rantau Pandan dan pihak keluarga korban, ia memastikan kasus tersebut merupakan peristiwa lama yang terjadi sekitar dua tahun lalu.
“Bahkan perempuan yang bersangkutan saat ini kembali bekerja di Malaysia,” kata Taufik.
Pemprov Jambi berharap klarifikasi ini meluruskan informasi yang simpang siur. Sekaligus mengingatkan pentingnya cek dan ricek agar hoaks tidak berkembang dan merugikan banyak pihak. (Nic/Tat)
Tinggalkan Balasan