BANDUNG – Polresta Bandung menambah jumlah akses masuk penonton menjadi empat pintu guna mengurai antrean dan memperketat pengamanan dalam gelaran Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono di Bandung, Jumat, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mencegah antrean yang terlalu panjang serta memperlancar alur pemeriksaan sebelum para penonton memasuki area stadion saat pertandingan berlangsung.
“Tahun lalu hanya ada tiga akses, sekarang kita tambahkan menjadi empat. Tujuannya adalah agar antrean tidak membludak atau bisa lebih terurai,” ujarnya.
Selain penambahan akses masuk, pengamanan juga diperkuat dengan penyediaan empat titik pemeriksaan badan (body checking) sebelum penonton memasuki area stadion. Akses masuk menuju tribun stadion direncanakan sebanyak 12 pintu.
Aldi menyebutkan bahwa jumlah personel yang akan diterjunkan masih dalam tahap penghitungan, agar dapat memenuhi kebutuhan pengamanan sesuai dengan situasi dan kondisi selama pertandingan berlangsung.
“Intinya kami Polresta Bandung didukung oleh Polda Jawa Barat, TNI, dan stakeholder terkait. Insyaallah siap mengamankan dan melaksanakan Piala Presiden ini,” ujarnya.
Sementara itu, Karo Ops Polda Jawa Barat Kombes Pol La Ode Aries El Fathir mengatakan bahwa rapat koordinasi telah dilakukan untuk menyatukan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan turnamen yang berlangsung dari 25 Juli hingga 6 Agustus.
Ia menyampaikan bahwa Piala Presiden menjadi kepercayaan bagi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung, karena Stadion Si Jalak Harupat kembali dipilih sebagai salah satu lokasi pertandingan.
“Karena waktu terus bergulir, kami bersama seluruh stakeholder terkait, panitia pelaksana, dan teman-teman dari TNI melaksanakan rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi,” katanya.
Menurut dia, pengamanan tidak hanya melibatkan unsur TNI dan Polri, tetapi juga Pemerintah Kabupaten Bandung, Dinas Perhubungan, pengelola stadion, PLN, hingga pihak lain yang mendukung kelancaran acara.
“Nanti akan ada strategi-strategi yang kita lakukan dalam menjaga keamanan dan kelancaran serta kenyamanan seluruh pengunjung, baik penonton, masyarakat sekitar, maupun tim yang bertanding,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat yang hadir agar menjadi penonton yang tertib dengan tidak membawa barang terlarang seperti flare serta bersama-sama menjaga keamanan selama pertandingan.

Tinggalkan Balasan