Plt Bupati Tulungagung Saat Memberikan Sambutan Pada Pembukaan MUSPADI di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso
TULUNGAGUNG.ForumNusantaraNews – Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin membuka Musyawarah Perempuan, Anak dan Disabilitas (Muspadi) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa. Selasa (23/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Tulungagung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan forum tersebut.
Menurutnya, kehadiran Muspadi menajdi penegas komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan tidak mengesampingkan kepentingan kelompok rentan.
“Kita semua sepakat bahwa pembangunan daerah harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, anak, dan penyandang disabilitas,” kata Ahmad Baharudin.
Dia menambahkan, kehadiran Muspadi menjadi bukti nyata bahwa suara perempuan, anak dan disabilitas sangat dibutuhkan dalam menentukan arah pembangunan ke depan.
Berdasarkan data kependudukan tahun 2025, hampir setengah atau 49,91persen dari total 1.142 penduduk Kabupaten Tulungagung adalah perempuan. Di sisi lain, catatan tantangan yang dihadapi kelompok rentan masih cukup nyata.
Menurut Ahmad Baharudin, sepanjang tahun 2025, UPTD PPA mencatat 18 laporan pengaduan terkait perempuan, sementara kasus kekerasan terhadap anak tercatat lebih banyak lagi, yaitu 243 laporan di ULT PSAI dan 70 pengaduan di UPTD PPA.
Sementara itu, diperkirakan ada sekitar 34 ribu jiwa penyandang disabilitas yang juga membutuhkan perhatian khusus dalam berbagai aspek kehidupan.
“Selama ini saluran partisipasi dalam perencanaan pembangunan reguler belum sepenuhnya menjangkau kelompok ini, sehingga aspirasi mereka sering belum terakomodasi dengan baik,” ucapnya.
Ahmad Baharudin berharap, kehadiran Muspadi bisa menjadi solusi melalui sistem yang berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, serta mampu menjadi jembatan yang kuat
“Semoga hasil dari musyawarah ini melahirkan kebijakan-kebijakan yang tepat, sehingga Tulungagung benar-benar menjadi daerah yang layak anak, ramah perempuan, dan inklusif bagi seluruh warga tanpa terkecuali,” tutupnya.
Untuk diketahui, Muspadi Kabupaten Tulungagung 2026 mengusung tema “Suara Perempuan, Anak dan Disabilitas untuk Pembangunan Tulungagung yang Berkeadilan, Inklusif, dan Berkarakter”.
Kegiatan dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Ketua DPRD, Sekretaris Daerah beserta seluruh Kepala Perangkat Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua BAZNAS, hingga perwakilan organisasi masyarakat, komunitas perempuan, perlindungan anak, penyandang disabilitas, akademisi, dan tamu undangan.
Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menampung aspirasi dan menyusun langkah pembangunan yang lebih berpihak pada kelompok rentan di daerah.**
Tinggalkan Balasan