Polsek Tegur Toko HP & Elektronik karena putar musik Bising


Anggota Polsek Karanggeneng bersama dengan Satpol PP melakukan peneguran kegiatan promosi brand Smartphone.

Lamongan,FN.News. Bekerja dan mencari pendapatan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh semua orang untuk memenuhi kebutuhan pokok. Akan tetapi perlu juga memperhatikan agar dalam kegiatan yang kita lakukan tidak mengganggu dan merugikan orang lain.  Mengingat pada masa-masa pandemi sekarang pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan menjaga jarak, baik itu dalam kegiatan berkelompok atau individu.

Kedepannya Polda Jatim akan lebih selektif memberikan ijin pada setiap kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang. Dan diharapkan setiap kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang semuanya mempunyai ijin, hal tersebut dilakukan demi keselamatan masyarakat banyak.

Dan meskipun sudah berizin resmi tentunya juga tidak semerta-merta boleh berbuat bebas tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya. Meskipun telah ditegur dan kegiatan promsi sempat dihentikan, malam itu Kamis (01/10/2020) setelah didatangi personil dari Polsek dan satuan Polisi Pamong Praja namun paginya hari Jum’at (02/10/2020) kegiatan promosi sebuah brand Smartphone yang berlokasi di dekat tempat ibadah di Kecamatan Karanggeneng melakukan kegiatan promosi kembali dengan menggunakan sound sistem yang mengeluarkan suara yang cukup keras, dan juga para pegawainya berjejer dipinggir jalan sambil berjoget.

Sewaktu wartawan FNnews mengkonfirmasi ke Polsek atas kegiatan tersebut dan menemui Kanit Sabhara Iptu Raksan, mendapat penjelasan bahwa kegiatan itu boleh saja dilakukan asal jangan sampai suara musik mengganggu warga sekitar apalagi banyak anak sekolah belajar daring dari rumah. Dan nantinya apabila masih tidak mengindahkan teguran lagi akan didatangi lagi.

“Bolehlah ada kegiatan seperti itu asal suaranya tidak menggangu lingkungan karena ada anak sekolah belajar daring dirumah namun kalau masih bandel akan kita datangi bersama Satpol PP,” ujarnya disela persiapan Apel pagi.

Dalam kurun waktu enam bulan ini memang anak-anak sekolah di seluruh Indonesia melakukan sistem belajar dirumah dengan sistem daring, sehingga dibutuhkan lingkungan yang nyaman agar anak-anak bisa belajar dengan maksimal.FNnews/ari


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *