Foto : Siti Maryam Kepala Sekolah SMPN Satu Apat saat menunjukan bagian sekolah yang menjadi komplenan.
forumnusantaranews.com- Proyek rehabilitasi ruang kelas di SMPN Satu Atap (Satap) Gunung Hejo yang dikerjakan oleh CV Mulya Pratama dengan anggaran sebesar Rp448 juta dari APBD Tahun 2026 menuai sorotan. Pasalnya, Kepala Sekolah (Kepsek) Siti Maryam mengeluhkan hasil pekerjaan proyek tersebut yang dinilai belum maksimal.
Sejumlah bagian bangunan yang dianggap penting justru tidak tersentuh dalam pengerjaan rehabilitasi. Kramik lantai di beberapa ruang kelas terlihat retak, sementara lubang angin atau ventilasi lama disebut tidak ikut diganti meski kondisi bangunan sebelumnya dinilai sudah memerlukan pembaruan.
Kondisi itu membuat dirinya kecewa karena rehabilitasi yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan belajar siswa justru meninggalkan sejumlah persoalan.
Tak hanya itu, dia juga sempat meminta agar pembangunan wastafel dimasukkan dalam pekerjaan proyek guna menunjang kebersihan lingkungan sekolah. Namun usulan tersebut disebut tidak direalisasikan oleh pihak pelaksana.
“Saya sempat komplen karena kramik sama ventilasi gak di ganti. Bahkan saya sempat minta untuk di adakan wastafel tapi tidak ada,”kata Siti, Kepsek SMPN Satap Gunung Hejo, Selasa 19 Mei 2026.
Sorotan terhadap proyek ini semakin tajam lantaran anggaran yang digunakan mencapai ratusan juta rupiah. Kualitas pekerjaan serta pengawasan dari pihak terkait terhadap proyek rehabilitasi sekolah tersebut menjadi pertanyaan.
Dengan adanya keluhan dari Kepsek SMPN Satap Gunung Hejo diharapkan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pekerjaan rehabilitasi ruang kelas itu agar penggunaan anggaran APBD benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan, bukan justru menyisakan keluhan dari pihak sekolah sendiri.
Tinggalkan Balasan