
Forumnusantaranews.com- Semangat toleransi, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai kegiatan “Ride for Harmony – Ngosrek Lintas Sektor” yang digelar di Rest Area KM 72A Cipularang, Gallery Silaturahmi Nusantara, Selasa, 1 September 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Harlah Gus Dur ke-86 sekaligus menyambut rangkaian HUT TNI, dengan mengusung semangat kebersamaan dalam merawat lingkungan dan memperkuat persaudaraan lintas agama. “Merusak Alam, Merusak Kemanusiaan”.
Lebih dari 150 peserta hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan ngosrek. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat dan lembaga, mulai dari tokoh agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha dan Katolik, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia pendidikan hingga komunitas lintas iman.
Kegiatan tersebut diikuti antara lain oleh Seksi HAAK Paroki Salib Suci Purwakarta, Seksi Kerasulan Awam, Seksi HAAK Santa Maria KBI, GUSDURian Purwakarta,FKDM, FKUB, Bakesbanpol, Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Asosiasi Guru Agama Islam, DISPERKIM, DLH, Penyuluh Agama Kristen Kabupaten Karawang, Polres Purwakarta, Kodim 0619 Purwakarta, para pendeta dan tokoh agama Hindu, Buddha, Katolik, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Ngosrek bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk membuktikan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja bersama menjaga bumi.
Dengan sapu, sarung tangan, kantong sampah dan perlengkapan kebersihan lainnya, para peserta bergerak bersama membersihkan lingkungan sekitar Rest Area KM 72A.
Suasana penuh keakraban terlihat ketika tokoh agama, pemerintah, TNI, Polri, organisasi masyarakat, komunitas dan masyarakat umum bekerja bersama tanpa sekat.
“Berbeda dalam iman, bersatu dalam kepedulian. Merawat alam adalah tanggung jawab kita bersama.” Semangat tersebut sejalan dengan gagasan Gus Dur tentang kemanusiaan, toleransi, persaudaraan dan kehidupan bersama yang damai.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Dr. H. Ohan Burhan, M.Pd.I., turut hadir dan menyampaikan pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan panggilan moral seluruh masyarakat dan umat beragama.
Perspektif ekologi dan teoekologi menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut: manusia tidak hanya membangun hubungan dengan sesama, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan bersama.
Semangat ngosrek juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap berbagai program Pemerintah Kabupaten Purwakarta Istimewa, khususnya dalam menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan dan membangun budaya gotong royong di tengah masyarakat.



















