Tingginya Minat Pendaftar Siswa Baru di SMA Negeri 1 Teminabuan
Penerimaan siswa baru di SMA Negeri 1 Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan mengalami lonjakan pendaftar yang signifikan. Jumlah pendaftar melalui jalur zonasi mencapai sekitar 300 orang, jauh melebihi kuota yang tersedia. Hal ini menyebabkan panitia harus membatasi jumlah antrean setiap harinya untuk melayani proses verifikasi berkas dan tes numerasi serta literasi.
SMA Negeri 1 Teminabuan menetapkan kuota total sebanyak 288 siswa yang dibagi dalam delapan rombongan belajar (rombel). Pengumuman kelulusan seleksi akan dilakukan pada 6 Juli 2026 mendatang. Proses penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 dilakukan secara daring melalui empat jalur, yaitu zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua (mutasi), dan prestasi.
Jalur Zonasi Menjadi Prioritas Utama
Jalur zonasi menjadi jalur terbesar dengan alokasi kuota sebesar 85 persen atau sekitar 245 siswa. Hingga saat ini, jumlah pendaftar jalur zonasi mencapai sekitar 300 orang. Meskipun jumlahnya melebihi kuota, semua pendaftar diterima terlebih dahulu dan akan diseleksi sesuai dengan kuota yang tersedia.
Selain itu, kuota untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi masing-masing sebesar lima persen atau sekitar 14 siswa. Sampai saat ini, pendaftar jalur afirmasi tercatat sebanyak 16 orang, jalur mutasi sebanyak tiga orang, dan jalur prestasi sebanyak lima orang.
Proses Verifikasi dan Tes yang Ramai
Para calon peserta didik datang membawa berkas untuk diverifikasi ulang. Setelah berkas dinyatakan lengkap, mereka langsung mengikuti tes numerasi dan literasi sebagai bagian dari proses seleksi. Salah satu calon peserta didik, Aidil, mengaku sudah datang dua kali untuk bisa mengikuti proses tersebut. Ia mengatakan bahwa sehari sebelumnya, ia dan beberapa siswa lain terpaksa pulang karena batas antrean ditutup sebelum gilirannya.
“Kemarin, saya datang sekitar jam 10.00 pagi, sudah banyak siswa yang antre. Jadi, tidak sempat masuk ke ruang tes, panitia sudah tutup antrean. Hari ini saya datang lebih awal,” ujarnya.
Belasan guru dilibatkan untuk melayani proses verifikasi berkas dan pelaksanaan tes. Tingginya jumlah pendaftar membuat panitia harus membatasi antrean setiap hari. “Kemarin yang datang ratusan, sehingga antrean kami tutup pukul 12.00. Hari ini juga sama. Walaupun antrean ditutup siang, pelayanan baru selesai sekitar pukul 15.00. Kalau antrean terus dibuka, pelayanan bisa berlangsung sampai malam,” ujar ketua panitia SPMB Sitti Salma.
Perubahan Kuota Tahun Ini
Sitti menjelaskan bahwa jumlah siswa yang diterima tahun ini sedikit berkurang dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, sekolah menerima sembilan rombel, tetapi tahun ini hanya delapan rombel. Penurunan ini disebabkan oleh pembatasan kuota yang diberlakukan oleh pihak sekolah.
Proses pendaftaran siswa baru akan berlangsung hingga 3 Juli mendatang. Semua peserta yang telah mendaftar daring akan mengikuti tes dan verifikasi berkas hingga tanggal tersebut. Pengumuman kelulusan seleksi akan dilakukan pada 6 Juli 2026.
Keterlibatan Orang Tua dalam Proses Pendaftaran
Di lokasi pendaftaran, para orang tua turut mendampingi anak-anak mereka. Beberapa dari mereka mengabadikan momen tersebut dengan menggunakan gawai. Proses pendaftaran ini menunjukkan tingginya antusiasme dan kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka.
Dengan peningkatan jumlah pendaftar, SMA Negeri 1 Teminabuan harus meningkatkan kapasitas dan efisiensi dalam melayani proses pendaftaran. Hal ini menjadi tantangan bagi panitia, namun juga menjadi bukti bahwa sekolah ini memiliki reputasi yang baik dan diminati oleh masyarakat sekitar.
Tinggalkan Balasan