Topan Dolphin Mengguncang Tiongkok, Beijing dan Henan Terendam Banjir

Cuaca7 Dilihat



Bencana banjir yang disebabkan oleh topan dolphin sedang melanda wilayah tengah dan timur Tiongkok. Hujan deras yang turun dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir di sejumlah provinsi, termasuk Beijing.

Beijing telah menetapkan peringatan hujan badai tingkat kedua tertinggi, sehingga menghentikan operasional 250 rute bus dan menutup 150 tempat wisata. Selain itu, sepuluh jalur kereta bawah tanah beroperasi dengan kecepatan yang dikurangi. Informasi ini dilaporkan oleh kantor berita Xinhua pada Rabu (12/8).

Hujan deras yang turun memicu genangan air yang cukup parah di jalan-jalan utama Beijing. Beberapa video yang beredar di platform media sosial China seperti Rednote menunjukkan kondisi jalan raya yang berubah menjadi seperti sungai. Arus lalu lintas terhenti, sementara sejumlah mobil dan bus tampak terendam sebagian.



Distrik Changping di bagian utara Beijing mencatat curah hujan tertinggi pada Rabu. Otoritas setempat menyebut bahwa wilayah tersebut diguyur hujan sebanyak 90,7 milimeter dalam waktu satu jam setelah pukul 09.00.

Topan dolphin yang awalnya kuat telah melemah dalam beberapa hari terakhir setelah menempuh perjalanan lebih dari 6.000 kilometer. Badai ini mendarat di Provinsi Zhejiang, Tiongkok bagian timur, pada Minggu lalu. Namun, sisa-sisa badai masih membawa uap air tropis yang memperparah ancaman banjir di wilayah daratan.

Zhao Junxia, seorang warga Luohe di Provinsi Henan, mengungkapkan bahwa dampak dari hujan deras ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. “Yang paling merepotkan adalah pengaruhnya terhadap pekerjaan dan kehidupan. Sangat tidak nyaman untuk urusan makanan dan transportasi,” katanya.



Puluhan mobil juga memadati sebuah jembatan di Yuhuan, kota pesisir di Provinsi Henan, demi menghindari genangan banjir. Rekaman yang telah diverifikasi oleh Reuters menunjukkan kondisi tersebut.

Media pemerintah melaporkan bahwa rekor curah hujan pecah di sejumlah wilayah Zhejiang serta provinsi Henan dan Hubei di bagian tengah Tiongkok. Rekor curah hujan dalam satu hari pada Agustus juga pecah di Kota Wugang, yang menjadi lokasi salah satu perusahaan baja terbesar Tiongkok. Kota itu menerima curah hujan 209,5 milimeter, sementara Xiangyang mencatat 169,1 milimeter.



Hujan deras masih berlanjut dan warga di wilayah utara dan tengah Tiongkok bersiap menghadapi hujan selama beberapa hari ke depan akibat sisa-sisa badai yang membawa pita hujan luas.

Di Luohe, Zhao Junxia, yang membuat video pendek di Douyin, platform China yang setara dengan TikTok, mengatakan bahwa ia telah memindahkan mobilnya ke tempat yang lebih tinggi sebelum hujan datang. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kejadian serupa yang pernah dialaminya beberapa tahun lalu.

“Kami memarkir mobil 2 kilometer dari rumah sebelumnya karena genangan di sekitar apartemen kami bisa sangat parah,” ujar perempuan berusia 32 tahun itu.



Para ahli meteorologi Tiongkok kini mulai menggunakan generasi baru model cuaca berbasis kecerdasan buatan untuk memperkuat sistem prakiraan tradisional. Dengan teknologi ini, mereka berharap dapat meningkatkan ketahanan menghadapi cuaca ekstrem dan memberikan informasi yang lebih akurat kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *