Wakil Rektor III UIN Saizu Gelar Pelatihan Sertifikasi Asesor Kompetensi, Tingkatkan SDM Berkualifikasi

Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi LSP UIN Saizu Purwokerto

Purwokerto – Wakil Rektor III UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Sunhaji, secara resmi membuka Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Saizu Purwokerto yang berlangsung di Hotel Luminor Purwokerto pada 27–31 Juli 2026.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara LSP UIN Saizu dengan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis UIN Saizu dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan jumlah asesor kompetensi yang tersertifikasi secara nasional.

Acara pembukaan berlangsung pada Senin (27/7/2026) pukul 08.30–09.30 WIB di Luminor Hotel Purwokerto, dan dihadiri jajaran pengurus LSP UIN Saizu, pengurus BKSP Jawa Tengah, master asesor, dosen peserta pelatihan, serta tamu undangan dari berbagai perguruan tinggi.

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Wakil Ketua II Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi Jawa Tengah, Faiza Munabari menjelaskan, pelatihan ini diselenggarakan untuk menambah jumlah asesor kompetensi yang akan mendukung pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Saizu Purwokerto. Menurutnya, keberadaan asesor yang kompeten menjadi kebutuhan penting dalam memperluas layanan sertifikasi profesi di perguruan tinggi, sekaligus memperkuat kualitas lulusan yang siap memasuki dunia kerja.

Sejak awal dibentuk, BKSP Jawa Tengah komitmen mempercepat pelaksanaan sertifikasi kompetensi di wilayahnya. Jika pada awal berdirinya lebih banyak berfokus pada dunia usaha dan dunia industri, kini perhatian juga diarahkan kepada perguruan tinggi, agar lulusan memiliki sertifikat kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

“Rata-rata dunia kerja saat ini meminta lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensinya. Sertifikat kompetensi menjadi bukti bahwa seseorang telah memenuhi standar yang dibutuhkan industri,” ujarnya menyampaikan.

Dia menambahkan bahwa keberadaan asesor bukan hanya untuk melaksanakan asesmen, melainkan juga memahami kebutuhan industri sehingga dapat membantu perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

Apresiasi dan Harapan Wakil Rektor III

Saat membuka kegiatan, Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Prof. Sunhaji menyampaikan apresiasi kepada BKSP Jawa Tengah dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan tersebut. Dia mengungkapkan rasa syukurnya karena LSP UIN Saizu terus berkembang dan kini kembali menambah jumlah asesor kompetensi.

“Alhamdulillah hari ini kita mengadakan program yang luar biasa untuk menambah asesor. Saat ini asesor kita sekitar 24 orang dan mudah-mudahan melalui pelatihan ini jumlahnya semakin bertambah, sehingga pelayanan sertifikasi kompetensi di UIN Saizu semakin kuat,” ungkapnya.

Menurut Prof. Sunhaji, kebutuhan terhadap sertifikasi kompetensi terus meningkat seiring perkembangan regulasi ketenagakerjaan. Hampir seluruh bidang pekerjaan kini menuntut tenaga kerja yang memiliki kompetensi teruji melalui sertifikasi.

“Kalau dulu ijazah menjadi ukuran utama, sekarang yang ditanyakan adalah apakah seseorang kompeten atau tidak. Bukti kompetensi itulah yang ditunjukkan melalui sertifikasi,” tegasnya.

Dia menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui secara nasional.

Materi dan Proses Pelatihan

Pelatihan Asesor Kompetensi berlangsung selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Juli 2026, dengan materi yang mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Peserta berasal dari dosen UIN Saizu Purwokerto dan sejumlah perguruan tinggi lain, termasuk Politeknik Negeri Semarang.

Selama pelatihan mereka akan mengikuti pembelajaran intensif, praktik asesmen, penyusunan perangkat asesmen, hingga uji kompetensi asesor. Prof. Sunhaji menjelaskan bahwa peserta akan mempelajari tiga unit kompetensi utama asesor, yaitu merencanakan aktivitas dan proses asesmen, melaksanakan asesmen kompetensi dan memberikan kontribusi terhadap validasi hasil asesmen.

Ketiga kompetensi tersebut menjadi fondasi utama bagi seorang asesor dalam melaksanakan proses sertifikasi secara profesional sesuai standar nasional. Dia mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan disiplin karena setiap hari terdapat tugas praktik yang harus diselesaikan.

“Ilmu asesor tidak akan berkembang apabila tidak terus dilatih. Karena itu ikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh agar nantinya benar-benar kompeten,” pesannya.

Peran Asesor yang Lebih Luas

Dalam paparannya, Prof. Sunhaji juga menekankan bahwa asesor memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar melakukan penilaian kompetensi. Menurutnya, asesor harus memahami kebutuhan dunia usaha dan dunia industri sehingga mampu memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kompetensi yang dibutuhkan ketika lulus nanti.

“Asesor harus mengetahui standar yang diinginkan industri, sehingga proses pembelajaran di kampus juga dapat diarahkan sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Dengan semakin banyak asesor kompetensi yang dimiliki UIN Saizu, layanan sertifikasi profesi bagi mahasiswa akan semakin luas sehingga lulusan memiliki nilai tambah ketika memasuki pasar kerja.

Pengalaman dan Harapan Masa Depan

Pada kesempatan tersebut, Prof. Sunhaji juga membagikan pengalamannya sebagai Master Asesor, Master Trainer, serta Dewan Pengarah pada sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi tingkat nasional. Dia mengaku rutin dipercaya melakukan asesmen kompetensi bagi berbagai perusahaan nasional hingga program pemerintah.

Menurutnya, kebutuhan asesor kompetensi saat ini sangat besar sehingga peluang bagi asesor yang telah tersertifikasi juga semakin terbuka. “Banyak sektor yang membutuhkan asesor kompetensi. Karena itu saya berharap setelah lulus nanti para peserta juga dapat berkontribusi dalam berbagai program asesmen di tingkat nasional,” katanya.

Direktur LSP UIN Saizu Purwokerto, Miftaakhul Amri menyambut baik dukungan BKSP Jawa Tengah dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Penambahan asesor kompetensi diharapkan mampu memperkuat kapasitas LSP UIN Saizu dalam menyelenggarakan sertifikasi profesi bagi mahasiswa, tenaga kependidikan, maupun masyarakat umum.

Ke depan, LSP UIN Saizu diharapkan mampu memperluas ruang lingkup skema sertifikasi sehingga semakin banyak lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, BKSP Jawa Tengah, dan BNSP, UIN Saizu optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui secara nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *