Gedung Judo GOR Kota Baru penuh semangat, Sabtu (27/6/2026). Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi membuka Kejuaraan Karate Sirkuit III INKADO Provinsi Jambi Tahun 2026.
Pembukaan berlangsung khidmat dan meriah. Hadir para pengurus INKADO, senior karate, pelatih, ,serta tamu undangan. Total 350 atlet karate INKADO dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Jambi ambil bagian. Kejuaraan akan berlangsung selama dua hari, 27 hingga 28 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana mengapresiasi konsistensi INKADO Jambi yang rutin menggelar sirkuit setiap tahun sebagai wadah pembinaan atlet sejak usia dini.
Menurutnya, olahraga memiliki peran lebih dari sekadar mengejar prestasi.
“Olahraga adalah sarana membentuk karakter generasi muda. Disiplin, tangguh, berintegritas, dan mampu menghargai lawan. Itu yang kita tanamkan,” ujar Maulana.
Ia berpesan kepada seluruh atlet agar menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang mengukur kemampuan sekaligus mempererat persaudaraan.
“Selamat bertanding. Menang ataupun kalah itu biasa. Yang paling penting adalah menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan rasa hormat kepada sesama karateka,” tegasnya.
Wali Kota juga menegaskan pentingnya pembinaan sejak dini agar lahir atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Jambi di tingkat nasional hingga internasional.
“Anak-anak yang hari ini bertanding adalah calon-calon juara masa depan. Pemerintah Kota Jambi mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Olahraga adalah investasi untuk menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi,” tambahnya.
Ketua INKADO Provinsi Jambi, Kompol Yul Briner, S.H., menyebut Sirkuit INKADO merupakan agenda rutin tahunan yang masuk dalam program pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Sirkuit ini penting untuk menambah jam terbang atlet sekaligus mengevaluasi hasil latihan dari seluruh dojo di Jambi,” kata Yul Briner.
Ia menekankan, tujuan utama sirkuit bukan hanya mencari juara.
“Ini proses. Semakin sering bertanding, mental, teknik, dan kepercayaan diri atlet akan semakin matang untuk menghadapi event yang lebih tinggi,” jelasnya.
Yul Briner juga mengingatkan seluruh atlet menjaga nama baik perguruan dengan mengedepankan sportivitas.
“Hormati wasit, hormati pelatih, dan hormati sesama atlet. Prestasi akan lahir dari latihan yang konsisten dan sikap yang baik,” pungkasnya.(Nic/Tat)
Pembukaan berlangsung khidmat dan meriah. Hadir para pengurus INKADO, senior karate, pelatih, ,serta tamu undangan. Total 350 atlet karate INKADO dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Jambi ambil bagian. Kejuaraan akan berlangsung selama dua hari, 27 hingga 28 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana mengapresiasi konsistensi INKADO Jambi yang rutin menggelar sirkuit setiap tahun sebagai wadah pembinaan atlet sejak usia dini.
Menurutnya, olahraga memiliki peran lebih dari sekadar mengejar prestasi.
“Olahraga adalah sarana membentuk karakter generasi muda. Disiplin, tangguh, berintegritas, dan mampu menghargai lawan. Itu yang kita tanamkan,” ujar Maulana.
Ia berpesan kepada seluruh atlet agar menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang mengukur kemampuan sekaligus mempererat persaudaraan.
“Selamat bertanding. Menang ataupun kalah itu biasa. Yang paling penting adalah menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan rasa hormat kepada sesama karateka,” tegasnya.
Wali Kota juga menegaskan pentingnya pembinaan sejak dini agar lahir atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Jambi di tingkat nasional hingga internasional.
“Anak-anak yang hari ini bertanding adalah calon-calon juara masa depan. Pemerintah Kota Jambi mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Olahraga adalah investasi untuk menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi,” tambahnya.
Ketua INKADO Provinsi Jambi, Kompol Yul Briner, S.H., menyebut Sirkuit INKADO merupakan agenda rutin tahunan yang masuk dalam program pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Sirkuit ini penting untuk menambah jam terbang atlet sekaligus mengevaluasi hasil latihan dari seluruh dojo di Jambi,” kata Yul Briner.
Ia menekankan, tujuan utama sirkuit bukan hanya mencari juara.
“Ini proses. Semakin sering bertanding, mental, teknik, dan kepercayaan diri atlet akan semakin matang untuk menghadapi event yang lebih tinggi,” jelasnya.
Yul Briner juga mengingatkan seluruh atlet menjaga nama baik perguruan dengan mengedepankan sportivitas.
“Hormati wasit, hormati pelatih, dan hormati sesama atlet. Prestasi akan lahir dari latihan yang konsisten dan sikap yang baik,” pungkasnya.(Nic/Tat)
Tinggalkan Balasan