Jambi, Forumnusantaranews.com-
Pemerintah Kota Jambi terus menguatkan pembangunan berbasis masyarakat melalui Program Kampung Bahagia. Program unggulan ini memberi ruang seluas-luasnya kepada warga untuk menentukan kebutuhan, gotong royong melaksanakan pembangunan, hingga mengelola dan memanfaatkan hasilnya di lingkungan masing-masing.
Bukti nyata komitmen itu kembali dibuktikan melalui serah terima hasil Program Kampung Bahagia Tahap I Tahun 2026 kepada 15 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu (8/8/2026).
Wali Kota Jambi Maulana hadir langsung untuk menyerahkan hasil program di RT 26 Kelurahan Rawasari sekaligus menandatangani berita acara bersama 15 ketua RT penerima.
Dalam sambutannya, Maulana menegaskan filosofi Kampung Bahagia adalah membangun dari bawah. Warga tidak lagi hanya menjadi objek, tetapi menjadi penentu utama arah pembangunan di wilayahnya.
“Semua hasil ini sudah diserahkan langsung kepada masyarakat dan dirasakan langsung oleh masyarakat dan itulah istimewanya Kampung Bahagia. Tidak ada lagi nunggu lama, tidak ada lagi yang menentukan dari atas. Warga yang tahu paling paham apa yang dibutuhkan lingkungannya,” katanya.
Pada Tahap I di Kelurahan Rawasari, realisasi pembangunan menyasar kebutuhan dasar yang paling mendesak. Bentuk kegiatannya meliputi pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, normalisasi dan pembangunan drainase, rabat beton, serta pengadaan fasilitas pendukung kegiatan kemasyarakatan seperti tenda, kursi, dan sound system.
Seluruh sarana dan prasarana tersebut ditetapkan sebagai aset bersama RT. Dengan begitu, manfaatnya bisa digunakan secara bergilir untuk kegiatan warga, mulai dari kerja bakti, posyandu, pengajian, hingga kegiatan UMKM.
Selain infrastruktur fisik, Kampung Bahagia Tahap I juga menyentuh aspek kebersihan lingkungan. Pemkot Jambi menyerahkan kendaraan roda tiga untuk mendukung operasional pengangkutan sampah berbasis masyarakat di tingkat RT.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan sampah, mengurangi penumpukan di lingkungan, dan menumbuhkan budaya bersih sejak dari rumah.
Maulana menekankan, keberhasilan Kampung Bahagia tidak hanya diukur dari fisik yang terbangun, tetapi juga dari perubahan perilaku dan kemandirian masyarakat.
“Kami ingin Kampung Bahagia ini berdampak pada 4 hal: infrastruktur lebih baik, lingkungan lebih bersih, fasilitas sosial lebih lengkap, dan ekonomi warga bergerak. Nanti bisa merambah ke UMKM dan potensi wisata di tingkat RT,” ujarnya.
Usai menyerahkan hasil Tahap I, Maulana meminta seluruh ketua RT di Rawasari segera mempersiapkan usulan untuk Kampung Bahagia Tahap II.
Prosesnya dimulai dari rembuk warga untuk menjaring aspirasi, menentukan skala prioritas, lalu menyusun dan mengajukan proposal ke Pemkot.
“Tahap dua silakan dipercepat proposalnya karena batas waktu sampai bulan dua belas harus selesai dan dananya dikembalikan kalau tidak selesai. Jadi mari kita manfaatkan waktu sebaik-baiknya,” tegasnya.
Ia optimis, jika setiap RT bergerak cepat dan kompak, maka visi Kota Jambi Bahagia bisa terwujud lebih cepat. Dimulai dari lingkungan RT yang tertata, bersih, produktif, dan guyub.
Warga dan pengurus RT menyambut baik program ini. Ketua FKRT Kota Jambi Suparyono menyebut Kampung Bahagia memberi semangat baru karena aspirasi warga benar-benar didengar dan diwujudkan.
“Kami di lapangan merasakan langsung. Dulu usulan sering muter-muter. Sekarang melalui Kampung Bahagia, kami yang rembuk, kami yang laksanakan, kami juga yang nikmati hasilnya,” ujarnya.
Kegiatan serah terima turut dihadiri Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkot Jambi, Camat Alam Barajo Andika Wahyu Ramadhanto, Lurah Rawasari Repulis, Ketua FKRT Suparyono, para Ketua RT se-Kelurahan Rawasari, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.
Dengan rampungnya Tahap I di Rawasari, Pemkot Jambi menargetkan perluasan Kampung Bahagia ke kelurahan lain secara bertahap sepanjang 2026.(*)


Tinggalkan Balasan