Warga Sapikerep Bangun Jalan Dengan Swadaya Masyarakat Per Kepala Keluarga Iuran 100 Ribu


Probolinggo|Forumnusantaranews.com-Merasa tidak diperhatikan jalan desa yang sudah rusak di daerah blok kedampul oleh pemerintah desa Warga RT 08 desa Sapikerep Kecamatan Sukapura memperbaiki sendiri jalan desa tersebut secara swadaya, Selasa (14/7/2020).
Mereka memperbaiki jalan yang paling fatal sepanjang 100m dari panjang keseluruhan nya lebih dari 1km dan lebar 2,5 M, dengan menambahkan batu pecah dan menatanya (makadam). Jalan desa tersebut merupakan jalan penghubung antara pemukiman dan lahan pertanian warga menuju jalan poros, jalann tersebut sangatlah di butuhkan oleh warga yang bermukim di sana, juga warga yang mempunyai lahan pertanian di sana.

Ketua RT 08 Sumarto mengatakan kepada media Forumnusantara”Kami bersama warga berinisiatif sendiri untuk membangun jalan ini secara swadaya karena kami memang membutuhkan, bisa dianggap ini merupakan bagian dari protes dan kekecewaan kami warga RT 08 terhadap pemerintah desa karena sebelumnya kami sudah memberitahukan kepada pak kades tentang rencana ini waktu rembuk lingkungan namun tidak ada tanggapan. Sampai kegiatan ini dilakukan mulai hari Minggu 12/7/2020 pak kades tidak pernah datang untuk melihat kami atau memantau kami.

Sudah sekian lama kami mengajukan jalan ini untuk dianggarkan di dana desa, namun tidak pernah teralisasi.sempat akan dibangun 2019 namun dipindah ketempat lain Kami tidak mengerti kenapa jalan ini belum terealisasi, karena setiap ada musrembangdes saya selaku RT tidak pernah dilibatkan.

Kami bersama warga membayar iuran Rp 100.000,-  setiap kepala keluarga (KK) seperti yang telah disepakati sebelumnya. Dan akan menambah iuran lagi jika masih kurang untuk pembelian material,” Terangnya

Ditempat yang berbeda HW warga RT 08 desa sapikerep saat dimintai keterangan terkait hal tersebut” memang benar kami ditarik iuran 100.000 per KK , sebetulnya kami keberatan seharusnya dimasa pandemi covid 19 dan ekonomi sulit seperti ini warga jangan dibebani dengan hal semacam ini lalu dikemanakan saja anggaran selama ini”, ucapnya.

Sementara itu, Menurut keterangan dari Kepala desa Sapikerep Suwandi, di hubungi lewat telpon seluler “Kebetulan pada waktu itu saat sy diundang untuk rapat mas , saya lagi mengantar istri Jadi saya tidak bisa menghadiri musyawarah di RT 08, yang disampaikan ketua RT nya kepada saya. Kalau masalah jalan tersebut memang masih dalam perencanaan, saya sudah konsultasi dengan BPD untuk tidak dibangun dulu karena belum terlalu rusak sebab jalan tersebut sering di gunakan salah satu warga untuk memasukkan truk bermuatan tebu.terkait penarikan iuran itu dari ketua RT cuma saya hanya pesan jangan sampai memaksa kepada warga” , tegas pak kades. ( ErHa/sin).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *