4 Berita Terpopuler Padang: Kekurangan Solar, Macet Sitinjau Lauik, dan Nasib Nelayan Saat Cuaca Buruk

Kekosongan BBM Solar di Kota Padang

Tiga SPBU di jalur Padang-Solok kawasan Indarung, Kota Padang, mengalami kekosongan bahan bakar jenis solar pada Sabtu (16/5/2026) sore. Kejadian ini menyebabkan antrean panjang bagi para pengemudi truk yang ingin mengisi BBM. Di SPBU Pitameh, SPBU Bandar Buat, dan SPBU Indarung, terdapat tulisan “solar kosong” yang dipasang di pintu masuk SPBU. Meski demikian, antrean kendaraan roda dua untuk pengisian pertalite masih terlihat ramai.

Sopir truk seperti Toni hanya bisa pasrah dengan kekosongan BBM solar di Padang. Ia harus mencari solar ke SPBU Lubuk Selasih, Kabupaten Solok. Pada saat itu, beberapa SPBU di Kota Padang juga kehabisan stok BBM Solar. Antrean panjang terjadi di berbagai SPBU, termasuk SPBU Pisang dan SPBU Jalan Sutomo. Para sopir mengeluh karena harus menunggu berjam-jam hanya untuk mengisi BBM Solar agar dapat melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan.

Macet Panjang di Sitinjau Lauik

Arus lalu lintas di Sitinjau Lauik Sabtu (16/5/2026) malam lumpuh setelah terjadi kecelakaan beruntun dan truk rusak. Pengendara seperti Debby terjebak dalam kemacetan hingga dua jam. Dari arah Solok ke Padang, kendaraan tidak bergerak sama sekali, sedangkan dari Padang ke Solok masih bisa bergerak perlahan. Kecelakaan beruntun di Kelok S memicu kemacetan yang diperparah oleh truk rusak yang menghambat badan jalan. Penyebab kecelakaan adalah mobil rem blong yang menabrak kendaraan lainnya.

Sebelumnya, Kamis (14/5/2026) sore juga terjadi kemacetan panjang akibat truk rusak di Tunggua, Sitinjau Lauik. Kemacetan ini berlangsung sejak pukul 11.10 WIB hingga 15.55 WIB. Pengendara seperti Agus dan Syamsir terjebak dalam kemacetan yang cukup panjang. Informasi yang didapat menyebutkan bahwa kemacetan terjadi karena truk rusak di Tunggua.

Pohon Marapalam Tumbang Tutup Jalan Padang-Painan

Tim Rescue PB BPBD Padang melakukan evakuasi pohon tumbang yang melintang di Jalan Raya Padang-Painan KM 15, Kelurahan Gates, Kecamatan Lubuk Begalung Nan XX, Jumat (15/5/2026) sore. Hujan deras disertai angin kencang menjadi penyebab tumbangnya pohon sepanjang kurang lebih 15 meter dengan diameter mencapai 65 sentimeter. Akibat posisi pohon yang melintang dan menutup total badan jalan, kemacetan panjang sempat terjadi di jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan.

Berkat kesigapan tim gabungan, proses evakuasi dan pembersihan material pohon Marapalam berhasil diselesaikan dengan cepat. BPBD Kota Padang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton, mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap waspada, terutama di saat cuaca ekstrem kali ini. Ia juga mengimbau warga untuk menjauhi bantaran sungai karena hujan deras dengan intensitas tinggi dapat berpotensi terjadi banjir.

Nelayan Terpaksa ‘Utang’ ke Istri untuk Sambung Hidup

Di balik deburan ombak Pantai Padang, ada dapur yang harus tetap mengepul meski laut sedang tidak bersahabat. Bagi Nusirwan (60), nelayan di Kampung Elo Pukek, Padang, cuaca buruk selama dua pekan terakhir bukan hanya membatalkan rencana melaut. Namun juga ancaman langsung bagi pendapatannya. Nusirwan terpaksa menyandarkan kapalnya karena tangkapan ikan jauh menurun. Beruntung, sang istri juga bekerja dan menjadi juru selamat bagi dapur mereka.

Aswandi (61), nelayan lainnya, juga mengalami penurunan hasil tangkapan ikan dua pekan terakhir. Cuaca buruk menjadi penyebab tangkapan ikan jauh berkurang. Ia menyebut, apabila hasil tangkapan tidak mendapatkan apa-apa selama beberapa hari, kehidupannya tetap dapat berjalan dengan menggunakan tabungan dari untung menangkap ikan saat banyak. Ia mengelola uang dari untung menangkap ikan untuk digunakan sebagai biaya mesin kapal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *