Akhir Kasus Alphard, Tiga Polisi Diamankan dan Sujud ke Satpam

Akhir Kasus Alphard di Bundaran HI, Tiga Polisi Diamankan Paminal dan Gantian Sujud ke Satpam

Peristiwa perselisihan antara pengemudi mobil Toyota Alphard hitam dengan petugas keamanan (satpam) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, akhirnya berakhir secara damai. Insiden yang viral di media sosial beberapa waktu lalu menarik perhatian masyarakat luas.

Peristiwa yang Memicu Kontroversi

Insiden terjadi pada Rabu (22/7/2026) dekat Hotel Pullman. Video yang menunjukkan percekcokan antara pengemudi Alphard dan satpam langsung menjadi sorotan. Selain menyoroti dugaan pelanggaran lalu lintas dan tindakan intimidasi, warganet juga menemukan fakta mengejutkan terkait identitas nomor polisi mobil tersebut.

Pelat nomor mobil mewah itu adalah D 1828 XHQ. Berdasarkan sistem registrasi kendaraan, pelat nomor dengan awalan D dan kode belakang X (seperti XHQ) terdaftar di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Secara spesifik, kode D mencakup wilayah Bandung Raya, sementara huruf pertama di bagian belakang yaitu X merupakan kode penanda khusus untuk kendaraan yang diregistrasikan di Kabupaten Bandung Barat.

Meskipun demikian, pihak kepolisian (Ditlantas Polda Metro Jaya) telah memastikan bahwa pelat nomor D 1828 XHQ yang terpasang di Toyota Alphard hitam tersebut adalah palsu.

Penyelesaian Secara Damai

Tidak lama setelah kejadian, penumpang Alphard yang ternyata adalah tiga anggota polisi langsung diamankan oleh Pengamanan Internal (Paminal) Bidang Propam Polda Jawa Barat usai menjalani mediasi di Mapolsek Metro Menteng, Jumat (24/7/2026). Begitu pula dengan Fiktor Harefa, satpam proyek MRT yang sebelumnya berselisih dengan mereka.

Pada konferensi pers sekitar pukul 20.40 WIB, hanya Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, kuasa hukum Fiktor, Wiradarma Harefa, serta sejumlah personel Paminal Polda Jawa Barat yang memberikan keterangan kepada awak media.

Wiradarma menjelaskan bahwa ketiga anggota polisi itu tidak dihadirkan karena langsung diamankan oleh Paminal Polda Jawa Barat. Ia juga membenarkan bahwa ketiga orang yang menjadi lawan mediasi Fiktor mengakui identitas mereka sebagai anggota Polri yang bertugas di Polda Jawa Barat.

Polisi yang mengemudikan Toyota Alphard disebut juga sudah bersujud dan melakukan push-up di hadapan petugas keamanan (satpam) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Fiktor Harefa (27).

Mobil Pribadi dan Proses Hukum

Braiel menegaskan bahwa Toyota Alphard hitam berpelat D 1828 XHQ yang digunakan ketiga anggota polisi tersebut merupakan kendaraan pribadi, bukan mobil dinas. Namun, saat ditanya mengenai pemilik kendaraan tersebut maupun alasan penggunaan pelat nomor palsu, Braiel enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.

Ia memastikan dugaan tindakan arogan, intimidasi, hingga ancaman terhadap Fiktor akan diproses oleh Bidang Propam Polda Jawa Barat. “Terkait dugaan perbuatan arogansi dari rekan pengemudi maupun penumpang, ini malam ini juga akan ditindaklanjuti dari Bid Propam Polda Jawa Barat,” ujar Braiel.

Kesepakatan Damai

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan bahwa kedua belah pihak menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. “Telah disepakati bahwa persoalan perselisihan diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak saling memaafkan, mengakui kesalahan,” kata Braiel kepada wartawan, Jumat malam.

Fiktor bersama kuasa hukumnya memasuki Mapolsek Metro Menteng sekitar pukul 14.40 WIB. Setelah menjalani mediasi selama kurang lebih enam jam, Wiradarma dan pihak kepolisian baru memberikan keterangan sekitar pukul 20.40 WIB. Menurut Wiradarma, kesepakatan damai telah dituangkan dalam surat yang ditandatangani kedua belah pihak.

Proses mediasi berlangsung cukup lama karena masing-masing pihak menyampaikan kronologi dan keluh kesah terkait peristiwa tersebut. Kini, Fiktor menganggap persoalan tersebut telah selesai dan ingin kembali fokus bekerja mencari nafkah seperti biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *