Alasan Jaksa Agung di Minta Turun Langsung Ke Lampung Utara, SPPG Lawan Aturan Hingga Satgas Kerepotan Terapkan Aturan

ForumNusantaranews.com LAMPUNG UTARA– Permintaan kepada Jaksa Agung untuk menindak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai prosedur dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di kaupaten Lampung Utara secara langsung, bukan tanpa alasan. Kondisi itu lantaran banyaknya SPPG yang terindikasi belum memenuhi syarat operasional akan tetapi tetap beroperasi namun pihak yang berkompeten terindikasi tidak berdaya menerapkan aturan pada para SPPG. Senin (28/06/2026).

Persolan itu bila mana dibiarkan berlarut-larut tanpa tindakan hukum secara tegas, maka kondisi penyimpangan uang negara akan terus tergerus oleh sejumlah pengusaha atau yayasan SPPG di kabupaten Lampung Utara.

Fakta ini kuat mengemuka, setelah kepala satuan tugas (Satgas) MBG kabupaten Lampung Utara Mat Soleh yang juga sebagai pejabat Asisten 1 pemerintahan kabupaten menanggapi konfirmasi, atas anomali yang terjadi.

Ia mengisyaratkan adanya indikasi ketidak mampuan pihaknya untuk menerapkan peraturan kepada para SPPG di Lampung Utara. kondisi ini diduga besar kemungkinan banyak dari pemilik yayasan SPPG adalah orang-orang kuat di kabupaten setempat sehingga tidak mengindahkan teguranya.

Mat Soleh mendukung atas viralnya pemberitaan-pemberitaan yang berkaitan dengan program MBG di Lampung Utara. meski ketua Kordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) untuk Lampung Utara tidak pernah merespon konfirmasi wartawan mengenai persoalan MBG di wilayahnya.

”Bagus, biar SPPG-SPPG itu tahu salahnya dimana, Ditegur pada cuek saja” ujar kepala Satgas MBG kabupaten Lampung Utara saat memberikan tanggapannya, Sabtu (27/06).

Data terbaru di bulan Juni 2026 ini, berdasarkan website resmi MBG Lampung Utara, terlihat ada 10 penambahan dapur SPPG aktif dari sebelumnya yang berjumlah hanya 73 dapur di tanggal 4 Juni dan kini telah berjumlah 83 SPPG aktif pertanggal 28 juni 2026 ini.

Sementara, pada website resmi itu, terpampang ada 38 dapur yang di duga sedang di persiapkan dan tidak diketahui jelas, lantaran kondisi itu tidak di ketahui karena blok daftar SPPG baru pada web tersebut tidak bisa di buka. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *