Bupati Tanjabbar Hadiri Festival Raden Hamzah 2026 Dorong Pengakuhan Cagar Budaya dan Pahlawan Nasional

Tanjabbar, Forumnusantaranews.com-
Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. menghadiri Festival Raden Hamzah 2026 bertema “Rimba yang Bersuara” di Aula Kantor RRI Telanai, Jambi, Sabtu malam (27/6/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Tanjabbar itu menjadi bentuk atensi Pemkab terhadap pelestarian sejarah. Festival yang diinisiasi Yayasan Raden Hamzah ini menggaungkan kembali memori kepahlawanan Raden Hamzah bin Pangeran Ojoet, pejuang asal Jambi, sekaligus menyoroti peran vital Suku Anak Dalam dalam mengusir penjajah Belanda.
Dalam catatan sejarah, Suku Anak Dalam tak hanya melebur bersama pasukan Raden Hamzah. Kemampuan mereka menaklukkan hutan mulai berburu, meramu hasil hutan, hingga menguasai jalur tersembunyi jadi modal krusial strategi gerilya yang meruntuhkan basis militer Belanda.
Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI, Yanto, S.H., M.Hum., mengapresiasi kolaborasi lintas elemen yang menghidupkan festival. Menurutnya, merawat tradisi adalah kewajiban bersama lewat semangat gotong royong.
Komitmen konkrit dari pusat disampaikan lewat Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V. Kementerian akan mengawal program proteksi, edukasi, dan pembinaan budaya lokal. Langkah awalnya mendorong pengajuan titik lokasi bersejarah terkait aksi Raden Hamzah agar disahkan sebagai situs cagar budaya nasional setelah kajian ilmiah.
Tak berhenti di situ, Kemendikbud juga membuka sinergi untuk memproses pengusulan Raden Hamzah sebagai Pahlawan Nasional. Jika terwujud, penetapan ini akan berjalan beriringan dengan pengukuhan wilayah historis terkait sebagai cagar budaya resmi.
Festival ini turut disaksikan Sekda Provinsi Jambi, Forkopimda Provinsi Jambi, delegasi Kesultanan Aceh, barisan Temenggung Suku Anak Dalam, tokoh adat, hingga Kabag Prokopim Setda Tanjabbar.
Melalui “Rimba yang Bersuara”, penyelenggara berharap festival jadi fondasi memperkuat jati diri kultural Jambi. Sekaligus merekatkan kerja sama lintas sektor untuk merawat warisan leluhur dan menanamkan nilai kepahlawanan ke generasi mendatang.(Nic/Tat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *