Jambi, Forumnusantaranews.com-
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional DPW Gekrafs Provinsi Jambi periode 2026ā2029.
Pelantikan berlangsung khidmat di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, (26/7/2026). Prosesi dipimpin langsung Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian dan disaksikan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Forkopimda Provinsi dan Kota Jambi, kepala OPD, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Pelantikan ini menjadi tonggak penting penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Provinsi Jambi.
Dalam pidato perdananya, Diza menegaskan ekonomi kreatif harus menjadi sektor strategis dalam struktur perekonomian daerah. Ia menilai Jambi tidak bisa terus bergantung pada sektor konvensional seperti pertanian dan pertambangan.
“Hampir 33 persen pendapatan daerah masih bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Ketika sektor tersebut mengalami kendala, maka ekonomi kreatif menjadi solusi untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujar Diza.
Menurutnya, ketergantungan besar pada SDA membuat perekonomian rentan terhadap perubahan harga komoditas, alam, dan kebijakan. Karena itu, ekonomi kreatif didorong sebagai sumber pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan.
Diza menyebut Jambi memiliki banyak potensi ekonomi kreatif yang belum tergarap maksimal. Mulai dari kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan, musik, desain, fotografi, konten digital, hingga produk kreatif berbasis budaya lokal.
“Kita memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama. Bahkan Kota Jambi yang tidak memiliki sumber daya alam justru memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang kreatif. Inilah yang akan kita dorong menjadi kekuatan ekonomi baru,” kata Diza.
Gekrafs Jambi ke depan, lanjut Diza, tidak boleh jadi organisasi seremonial. Gekrafs harus menjadi wadah yang mempertemukan ide, kreativitas, pembiayaan, pendampingan, pemasaran, dan peluang pasar bagi pelaku kreatif.
Diza menegaskan program Gekrafs Jambi akan fokus memberi dampak langsung ke masyarakat. Tujuannya melahirkan wirausaha kreatif baru, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperkuat pemasaran digital, hingga membuka pasar nasional dan internasional.
“Kami ingin Gekrafs hadir sebagai organisasi yang benar-benar berdampak. Program yang disusun harus mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM lokal, melahirkan talenta kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif,” tegasnya.
Ke depan, DPW Gekrafs Jambi akan menjalankan 8 program prioritas nasional akses pembiayaan ekonomi kreatif, perlindungan kekayaan intelektual, diplomasi gastronomi Indonesia, literasi digital dan perluasan pasar, advokasi honor minimum pekerja kreatif, pemberdayaan talenta muda, transformasi pusat kreativitas daerah, serta perluasan ekspor produk kreatif.
Wali Kota Jambi Maulana mengapresiasi pelantikan tersebut. Ia menilai ekonomi kreatif sangat sejalan dengan karakter Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa.
“Karena itu, kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi aset terbesar Kota Jambi. Melalui Gekrafs, kreativitas tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang menghasilkan nilai ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” ujar Maulana.
Maulana juga menyebut Pemkot Jambi akan terus menghadirkan event nasional seperti Presisi Run, Health City Summit, hingga Forum Smart City Indonesia untuk menciptakan multiplier effect bagi UMKM dan ekonomi kreatif.
Sementara Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian mendorong Gekrafs Jambi punya flagship event. Ia menyorot event “Tumpah Ruah” di Kota Jambi yang dinilai punya potensi besar dikembangkan ke tingkat provinsi bahkan nasional.
“Saya melihat event Tumpah Ruah di Kota Jambi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda kreatif tingkat provinsi bahkan nasional. Event seperti ini akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat dari bawah,” ujar Kawendra.
Dalam kesempatan itu Diza juga melantik jajaran pengurus DPC Gekrafs Kabupaten Bungo, Sarolangun, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat sebagai langkah awal perluasan jaringan.
Diza menutup dengan ajakan kolaborasi. “Semangat kebersamaan menjadi modal utama. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, komunitas dan seluruh pihak yang memiliki visi membangun ekonomi kreatif di Jambi,” pungkasnya.(*)
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional DPW Gekrafs Provinsi Jambi periode 2026ā2029.
Pelantikan berlangsung khidmat di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, (26/7/2026). Prosesi dipimpin langsung Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian dan disaksikan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Forkopimda Provinsi dan Kota Jambi, kepala OPD, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Pelantikan ini menjadi tonggak penting penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Provinsi Jambi.
Dalam pidato perdananya, Diza menegaskan ekonomi kreatif harus menjadi sektor strategis dalam struktur perekonomian daerah. Ia menilai Jambi tidak bisa terus bergantung pada sektor konvensional seperti pertanian dan pertambangan.
“Hampir 33 persen pendapatan daerah masih bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Ketika sektor tersebut mengalami kendala, maka ekonomi kreatif menjadi solusi untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujar Diza.
Menurutnya, ketergantungan besar pada SDA membuat perekonomian rentan terhadap perubahan harga komoditas, alam, dan kebijakan. Karena itu, ekonomi kreatif didorong sebagai sumber pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan.
Diza menyebut Jambi memiliki banyak potensi ekonomi kreatif yang belum tergarap maksimal. Mulai dari kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan, musik, desain, fotografi, konten digital, hingga produk kreatif berbasis budaya lokal.
“Kita memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama. Bahkan Kota Jambi yang tidak memiliki sumber daya alam justru memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang kreatif. Inilah yang akan kita dorong menjadi kekuatan ekonomi baru,” kata Diza.
Gekrafs Jambi ke depan, lanjut Diza, tidak boleh jadi organisasi seremonial. Gekrafs harus menjadi wadah yang mempertemukan ide, kreativitas, pembiayaan, pendampingan, pemasaran, dan peluang pasar bagi pelaku kreatif.
Diza menegaskan program Gekrafs Jambi akan fokus memberi dampak langsung ke masyarakat. Tujuannya melahirkan wirausaha kreatif baru, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperkuat pemasaran digital, hingga membuka pasar nasional dan internasional.
“Kami ingin Gekrafs hadir sebagai organisasi yang benar-benar berdampak. Program yang disusun harus mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM lokal, melahirkan talenta kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif,” tegasnya.
Ke depan, DPW Gekrafs Jambi akan menjalankan 8 program prioritas nasional akses pembiayaan ekonomi kreatif, perlindungan kekayaan intelektual, diplomasi gastronomi Indonesia, literasi digital dan perluasan pasar, advokasi honor minimum pekerja kreatif, pemberdayaan talenta muda, transformasi pusat kreativitas daerah, serta perluasan ekspor produk kreatif.
Wali Kota Jambi Maulana mengapresiasi pelantikan tersebut. Ia menilai ekonomi kreatif sangat sejalan dengan karakter Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa.
“Karena itu, kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi aset terbesar Kota Jambi. Melalui Gekrafs, kreativitas tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang menghasilkan nilai ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” ujar Maulana.
Maulana juga menyebut Pemkot Jambi akan terus menghadirkan event nasional seperti Presisi Run, Health City Summit, hingga Forum Smart City Indonesia untuk menciptakan multiplier effect bagi UMKM dan ekonomi kreatif.
Sementara Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian mendorong Gekrafs Jambi punya flagship event. Ia menyorot event “Tumpah Ruah” di Kota Jambi yang dinilai punya potensi besar dikembangkan ke tingkat provinsi bahkan nasional.
“Saya melihat event Tumpah Ruah di Kota Jambi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda kreatif tingkat provinsi bahkan nasional. Event seperti ini akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat dari bawah,” ujar Kawendra.
Dalam kesempatan itu Diza juga melantik jajaran pengurus DPC Gekrafs Kabupaten Bungo, Sarolangun, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat sebagai langkah awal perluasan jaringan.
Diza menutup dengan ajakan kolaborasi. “Semangat kebersamaan menjadi modal utama. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, komunitas dan seluruh pihak yang memiliki visi membangun ekonomi kreatif di Jambi,” pungkasnya.(*)
Tinggalkan Balasan