Teknologi Dual Clutch Transmission pada Geely Coolray
Geely Coolray yang baru saja diluncurkan di Indonesia menggunakan teknologi Dual Clutch Transmission (DCT) atau transmisi kopling ganda. Ini menjadi salah satu fitur unggulan dari mobil compact SUV ini. Dengan menggabungkan mesin bensin 4-silinder berkapasitas 1.500 cc Turbo, Geely Coolray menawarkan performa yang optimal dan efisien.
Di segmen mobil compact SUV, selain Geely Coolray, terdapat Hyundai Creta N-Line Turbo yang juga menggunakan transmisi DCT. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan DCT dan bagaimana cara kerjanya?
Sejarah Singkat Dual Clutch Transmission
Teknologi DCT sebenarnya telah ditemukan oleh insinyur militer Prancis Adolphe Kégresse pada Perang Dunia II. Namun, temuan ini tidak dikembangkan lebih lanjut hingga Porsche menerapkannya pada model 956 dan 962 untuk keperluan balap ketahanan Le Mans 24 d’Heures pada 1980.
Di era modern, faktor efisiensi menjadi prioritas utama selain performa. Dengan menggunakan dual clutch, transmisi mampu meminimalkan kehilangan tenaga mesin sehingga pengemudi tidak perlu menekan pedal gas lebih dalam untuk meningkatkan putaran mesin.

Cara Kerja Dual Clutch Transmission
Setiap clutch terhubung dengan perbandingan gigi yang berbeda. Jika clutch pertama terhubung dengan gigi 1, 3, dan 5, maka clutch kedua akan berada di gigi 2 dan 4. Hal ini memungkinkan ketika pengemudi melakukan shifting, kopling kedua sudah mempersiapkan gigi berikutnya, sehingga perpindahan dapat dilakukan lebih cepat tanpa gejala slip berlebih.
Secara sederhana, DCT bisa dianggap sebagai transmisi manual yang dibuat menjadi matik. Selain itu, DCT tidak lagi menggunakan torque converter melainkan menggunakan kopling.

Jenis Kopling pada Dual Clutch Transmission
Kopling dalam DCT terbagi menjadi dua jenis: wet dan dry. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kopling jenis wet mirip dengan kopling pada motor. Seluruh sistem kopling terendam oleh oli. Keuntungan dari tipe ini adalah usia pakai kopling menjadi lebih lama dan lebih tahan terhadap suhu tinggi karena adanya oli di sekelilingnya.
Sedangkan tipe dry, seperti yang digunakan pada Volkswagen Touran dan Ford Fiesta, memiliki keunggulan pada minimnya gejala slip yang terjadi, mirip dengan transmisi manual.

Pemilihan Tipe Kopling Berdasarkan Torsi Mesin
Untuk mesin dengan torsi melebihi 250 Nm, tipe kopling yang digunakan adalah wet. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko overheat yang bisa terjadi jika menggunakan tipe dry. Meski demikian, di transmisi juga dipasang sensor untuk mendeteksi suhu transmisi. Jika suhu terlalu tinggi, ECU (komputer) akan memerintahkan safe mode untuk menurunkan tenaga mesin secara drastis.

Efisiensi dan Perbandingan Gigi Transmisi
Untuk meningkatkan efisiensi, jumlah perbandingan gigi transmisi DSG umumnya ditambah dari 6-speed menjadi 7-percepatan. Dengan perbandingan gigi yang lebih rapat, perpindahan gigi dapat dilakukan pada putaran mesin yang lebih rendah lagi.
Ini menjadi langkah maju dalam mereduksi konsumsi bahan bakar dari teknologi transmisi.

Sejarah Penggunaan DCT dalam Produksi Massal
Produk pertama yang menerapkan DCT dalam produksi massal adalah Volkswagen pada Golf GTI MkV di tahun 2003 dengan nama Direct Shift Gearbox (DSG). Kemudian dilanjutkan pada Golf GT dan Touran. Sementara itu, Ford mulai menerapkan teknologi ini pada Ford Focus MkII facelift di tahun 2008.
Tinggalkan Balasan