DATA GANDA DICORET, TAHAP II 422 KK DAPAT BANTUAN


Muntahar Kepala Desa Kentong, tetap mengedepankan Musyawarah Mufakat

Blora, Forumnusantaranews; -Dua desa di kecamatan Cepu, Blora hari Jumat, 15/05/2020,Desa Kentong dan Desa Cabean, membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT).Dana, bersumber dari perubahan Anggaran Dana Desa (DD)

Pembagian BLT dipimpin langsung oleh pihak Bank Jateng, sesuai data yang diajukan Pemerintah Desa. Desa Kentong dengan kuota 124 KK, pada pembagian tahap 1 ini,  hanya 86 KK yang terkafer.

Pasalnya dari data jumlah 124 KK ternyata 38 KK lainnya sudah masuk pada bantuan program lain, diantaranya adalah PKH 85 KK, 90 KK BPNI, 47 KK  BANSOS  Kantor Pos, BRI 8 KK dan 104 KK BSP penyalurannya melalui BRI.total 326 KK.

38 KK yang masuk pada program diatas dicoret dan akan digantikan dengan KK yang belum terkafer pada pencairan BLT Perubahan Anggaran DD  tahap 2 nanti.

“Baru tadi malam kami mendapat surat pemberitahuan data dari pusat,”kata Muntahar Kepala Desa Kentong ditemui saat pelaksanaan pencairan BLT sedang berlangsung, Jumat, 15/05/2020.

“Pada malam itu, Kamis,14/05/2020 kami musyawarah mendadak bersama perangkat dan RT-RW sedesa Kentong,”tambahnya.

Menurutnya, Ketua RT-RW dan peserta musyawarah telah mufakat, bahwa sisa kuota 38, akan digantikan oleh KK yang belum terkafer untuk tahap 1, dan masuk pada BLT tahap 2 nanti.

Warga Penerima BLT DD di depan Petugas Bank Jateng

Persoalan penyaluran bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 memang sering membuat pemerintah desa disalahkan oleh sejumlah warga karena dianggap bantuan tidak tepat sasaran.Seperti yag terjadi di desa Kentong dan beberapa desa lainnya, pada bantuan Bansos Pusat dan Propinsi, karena mis data penerima bantuan tidak mengacu pada data Pemerintah Desa.

Sehingga data yang tidak akurat mengakibatkan bantuan yang disalurkan salah sasaran, bahkan ada yang menerima bantuan ganda. Di sisi lain, ada warga yang seharusnya diprioritaskan mendapat bantuan, justru tidak mendapatkannya.

Kebijakan  Kepala Desa mencoret data ganda memang sudah tepat, karena akurasi data penerima bantuan sosial diperlukan agar penyaluran bantuan sosial oleh pemerintah dalam upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19 tepat sasaran. dan akurat.

Sesuai petunjuk Menteri Sosial Juliari P Batubara apabila salah sasaran (bansos), bisa diperbaiki.“Karena  daerah paling paham yang terdampak siapa,” ujarnya di sela-sela kunjungannya menyalurkan bantuan sosial tunai sebesar Rp 600 ribu kepada 13 ribu lebih kepala keluarga di Cimahi, Ahad (10/5).

Jika perubahan ini benar benar terealisasi, untuk kabupaten Blora, bisa dikatakan desa Kentong adalah salah satu yang tertinggi wargamya  menerima bantuan pemerintah dalam upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19. Mengingat jumlah KK yang berkisar 1300 dengan penerima bantuan 326 ditambahkan 38 total penerima 422 KK, atau 40,2 persen dari jumlah KK yang ada.

” Mohon masyarakat bersabar, saya selaku kepala desa tetap mengedapankan musyawarah dan mufakat, tidak mungkin tebang pilih, saya siap menerima masukan serta kritikan dari pihak manapun, kapan saja dan dimana saja,” pinta Muntahar.(Ajas)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *