Diduga Tilep Uang Kuburan Ahli Waris Protes

Silahkan bisa Share di :

Probolinggo,forumnusantaranews.com – Warga desa Banjarsawah kecamatan Tegalsiwalan yang merupakan ahli waris dari keluarga besar Kastur pemilik tanah kuburan yang terdampak tol Pasuruan- Probolinggo (Paspro) seksi IV menggelar aksi demo tolak pembangunan tol, Senin (16/11). Aksi tersebut buntut dari belum dibayarkannya biaya relokasi 8 makam anggota keluarga mereka oleh pihak PPK tol Paspro.
Aksi demo penolakan pembangunan tol tersebut. Bermula dari ketidakpuasan dari ahli waris keluarga besar Kastur yang tak kunjung menerima biaya relokasi makam keluarga mereka tersebut. Padahal proses pembebasan lahan tol Paspro seksi IV sudah dilakukan sejak 25 Agustus 2020 yang lalu.
Bermula dari rasa tidak puas tersebut, kemudian pihak keluarga diwakili oleh Rendi Mamang Ahmad Wahyudi yang tak lain merupakan cucu dari Kastur. Berinisiatif untuk melakukan aksi demo menuntut kejelasan proses pembayaran biaya relokasi yang tak kunjung diserahkan kepada pihak ahli waris.
“kami sebenarnya tidak menuntut banyak kok, tapi hanya menuntut kejelasan dari proses relokasi dari makam anggota keluarga kami itu. Apakah ada biaya relokasi atau tidak, kalau memang tidak ada akan kami relokasi sendiri. Sedangkan kalau memang ada biaya relokasinya, ada dimana dan dipegang siapa uang itu,” Kata Yudi, Senin (16/11)
Lahan makam keluarga itu terdapat 12 anggota keluarga yang dimakamkan. Namun hanya ada 8 orang anggota keluarga yang dapat terindentifikasi dan telah didata oleh pihak desa. Sehingga pada dasarnya pihak keluarga hanya menuntut hak atas biaya relokasi kedelapan makam tersebut.
“Karena informasinya uang relokasi itu sudah dibayarkan dan dititipkan oleh PPK tol Paspro kepada kepala desa. Sehingga kami hanya menuntut agar uang tersebut diserahkan dan dipakai sebagaimana mestinya yakni untuk merelokasi makam anggota keluarga kami itu. Kalau dipakai yang lain tentunya kami tidak ikhlas dan akan menuntut secara hukum,” jelasnya.
Dikonfirmasi kepada PPK Tol Paspro seksi IV Priyadi mengatakan bahwa biaya relokasi terhadap 8 makam anggota keluarga dari Kastur, telah dibayarkan sejak 25 Agustus 2020 yang lalu. Pembayaran itu dititipkan kepada Muhammad Saleh selaku kepala desa Banjarsawah kecamatan Tegalsiwalan. “Sudah selesai soal relokasi itu, makanya saya juga kaget kalau sampai ada aksi dari warga itu. Sudah, sudah kami serahkan kepada kepala desa Banjarsawah sejak Agustus lalu,” katanya.
Lebih lanjut, Priyadi menyebut pihaknya cukup menyayangkan adanya aksi demo dan pemasangan baliho penolakan pembangunan jalan tol. Menurutnya hal tersebut seharusnya tak terjadi apabila kedua belah pihak yakni pihak ahli waris dan kepala desa bisa saling berkomunikasi dengan baik,”Kalau tidak berkomunikasi dengan baik, akhirnya ya begini ini. Intinya Miss komunikasi,” Tandasnya.(sin).


Silahkan bisa Share di :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *