Dikebut! Al Haris Patok 2 Deadline Kunci Tol Jambi-Rengat Fase 1: PenlokbSeptember, Lahan Clear Desember

Jambi, Forumnusantaranews.com-
Percepatan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Jambi-Rengat Fase 1 memasuki babak krusial. Pemerintah Provinsi Jambi resmi mematok dua tenggat kunci, Penetapan Lokasi harus selesai 5 September 2026 dan pembebasan lahan tuntas Desember 2026.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Al Haris saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan JTTS Ruas Jambi-Rengat Fase I di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi, Selasa (11/8/2026) pagi.
Dengan skema itu, konstruksi fisik ditargetkan bisa langsung dieksekusi pada Januari 2027.
Gubernur meminta Biro Perekonomian, BPJN dan BPN bekerja kolaboratif untuk menyelesaikan perubahan Penetapan Lokasi (Penlok) tepat waktu.
“Penentuan Lokasi ditargetkan harus rampung paling lambat pada 5 September mendatang, disusul dengan penyelesaian pembebasan lahan secara menyeluruh pada bulan Desember,” ujar Al Haris.
Ia menyebut progres sebelumnya baru 9 persen karena masih terkendala regulasi Penlok lama.
Untuk memuluskan proses, pemerintah memastikan pendataan di lapangan sudah rampung. Jalur tol akan melintasi fasum, sekolah, hingga rumah warga.
“Semua sudah terdata oleh teman-teman. Dana sudah siap untuk dibayarkan kepada masyarakat, jadi kita akan percepat prosesnya. 5 September adalah deadline untuk Penlok,” tegas narasumber dalam rapat.
Al Haris menekankan koordinasi intensif dengan Kantor Pertanahan (BPN) harus terus dilakukan agar administrasi dan pencairan dana berjalan lancar tanpa hambatan.
“Pemerintah menargetkan agar pengerjaan fisik atau action di lapangan sudah bisa langsung dieksekusi pada Januari tahun depan,” jelas Gubernur.
Detail Teknis: 67,45 KM, 4 Paket, 2 Simpang Susun, Jembatan Batanghari Plt. Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang memaparkan, Tol Jambi–Rengat Fase I memiliki panjang 67,45 kilometer, membentang dari Simpang Ness hingga Merlung.
Ruas ini akan dibangun dalam empat paket pekerjaan: 1A, 1B, 2A, dan 2B, dilengkapi dua simpang susun yaitu Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung.
Salah satu paket akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari sebagai struktur utama.
“Proyek ini melintasi tiga kabupaten, Muaro Jambi, Batang Hari, dan Tanjung Jabung Barat,” kata Robert.
Hingga saat ini, 9 persen proses pengadaan lahan telah diselesaikan di sembilan desa. Rinciannya, enam desa di Kabupaten Muaro Jambi, dua desa di Kabupaten Batanghari, dan satu desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Proses pengadaan tanah ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sembilan bulan setelah seluruh persyaratan administrasi dan perizinan rampung,” pungkasnya.
Pemprov Jambi optimis, dengan jadwal yang ketat dan dukungan lintas sektor, JTTS Jambi-Rengat akan menjadi pengungkit konektivitas dan ekonomi baru bagi Jambi bagian barat hingga ke Riau.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *