Fakta Menarik Mengenai Sapi Kurban Presiden Prabowo
Ketua Umum Garda Mawar, Fauka Noor Farid, mengungkapkan fakta yang selama ini luput dari perhatian publik terkait kebiasaan Presiden Prabowo Subianto dalam menyembelih sapi kurban. Ia menegaskan bahwa sebelum menjabat sebagai presiden maupun menteri pertahanan, Prabowo telah rutin melakukan penyembelihan hampir 100 ekor sapi setiap tahun menggunakan dana pribadinya.
Fauka menyampaikan pernyataannya tersebut saat berada di tengah kegiatan sosial Garda Mawar, yaitu meletakkan batu pertama pembangunan jalan untuk warga di Desa Pasir Lango, Bandung Barat, pada Minggu (31/5). Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo, meskipun masih menjabat sebagai ketua umum partai politik, tetap mengeluarkan dana pribadi untuk kegiatan berkurban dengan jumlah yang cukup besar.
Pernyataan ini dilakukan oleh Fauka sebagai respons atas ramainya serangan terhadap Prabowo terkait penggunaan anggaran negara dalam pengadaan sapi kurban. Ia menilai bahwa narasi yang berkembang tidak adil karena mengabaikan konteks bahwa bantuan kurban dari presiden merupakan regulasi pemerintah yang telah berjalan sejak era Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, bahkan sebelumnya.
Menurut Fauka, kebiasaan berkurban dalam jumlah besar dengan dana pribadi mencerminkan karakter Prabowo yang sudah lama berakar, bukan sekadar pencitraan setelah berkuasa. Ia menegaskan bahwa praktik itu berlanjut hingga tahun ini meski Prabowo kini telah menjabat sebagai presiden.
Fauka menduga bahwa polemik ini tidak lepas dari kepentingan politik tertentu yang ingin menjatuhkan Prabowo menjelang pertengahan masa pemerintahannya. “Pasti ada aja agenda-agenda politik yang berusaha menjatuhkan Pak Prabowo,” katanya.
Selain itu, Fauka menyayangkan bahwa kekeliruan pernyataan salah satu pembantu presiden justru dimanfaatkan untuk menyerang Prabowo secara pribadi, padahal kebijakan bantuan kurban adalah program kelembagaan yang tidak bergantung pada siapa yang menjabat. “Siapapun presidennya, bantuan kurban itu tetap akan dijalankan untuk masyarakat,” tegas Fauka.
Fauka juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dan cermat dalam menyikapi isu-isu yang dinilainya sengaja dirancang untuk menggerus citra dan legitimasi Presiden Prabowo. Ia mewanti-wanti bahwa banyak konten media sosial yang beredar belakangan ini bersifat provokatif dan berpotensi menebar keresahan di tengah masyarakat.
“Dalam menghadapi geopolitik sekarang ini, persatuan lebih penting. Lebih baik kita melakukan kegiatan positif untuk masyarakat seperti yang Garda Mawar lakukan hari ini. Banyak masyarakat di bawah yang membutuhkan bantuan langsung dan manfaat nyata,” tutup Fauka.
Tinggalkan Balasan