Golkar Incar Kursi Tambahan di Sulsel 2029, Bahlil Minta Konsolidasi hingga Desa



MAKASAR — Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menetapkan target peningkatan perolehan kursi Partai Golkar di Sulawesi Selatan pada Pemilu 2029. Target ini disertai instruksi untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa, guna mengembalikan posisi Sulsel sebagai basis utama suara Golkar di kawasan Indonesia Timur.

Bahlil menyampaikan hal tersebut saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu (18/7/2026). Menurutnya, Musda menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi kepengurusan, menyusun program kerja, serta memilih ketua DPD yang akan memimpin konsolidasi menghadapi Pemilu 2029.

“Musda akan melahirkan tiga keputusan besar, yaitu evaluasi kepengurusan, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih ketua DPD Partai Golkar,” ujar Bahlil.

Ia menilai konsolidasi organisasi menjadi faktor utama untuk meningkatkan kembali kekuatan Partai Golkar di Sulawesi Selatan. Bahlil meminta kepengurusan baru segera menuntaskan musyawarah cabang di seluruh kabupaten dan kota, kemudian melanjutkan pembentukan struktur hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

“Saya meminta nanti setelah musda selesai, dilaksanakan muscab kabupaten kota. Selanjutnya di tingkat kecamatan dan desa. Karena kekuatan partai kita ada di sana. Kalau berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya itu di Sulawesi Selatan,” kata Bahlil.

Ia juga memberikan target khusus kepada kepengurusan baru agar mampu meningkatkan jumlah kursi Partai Golkar pada seluruh tingkatan legislatif pada Pemilu 2029.

“Satu yang saya tekankan, kursi harus naik. Itu adalah perintah DPP kepada ketua DPD yang nanti ditetapkan melalui musda. Kursi Partai Golkar harus bertambah, baik di DPR, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bahlil turut menanggapi dinamika perpindahan kader ke partai politik lain setelah pelaksanaan Musda. Menurut dia, Partai Golkar merupakan partai yang terbuka dan tetap menghormati pilihan politik setiap kader.

“Partai Golkar adalah partai yang inklusif, bukan partai yang eksklusif. Memang beda pola partai kita,” ujarnya.

Berdasarkan hasil Pemilu 2024, Partai Golkar memperoleh 14 kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan sehingga menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak kedua. Di tingkat DPR RI, Golkar meraih empat kursi dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan.

Dalam Musda XI tersebut, Ilham Arief Sirajuddin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan setelah menjadi calon tunggal yang memenuhi persyaratan. Penetapan dilakukan dalam sidang Musda yang dipimpin perwakilan DPP Partai Golkar, Mustafa Raja, di Makassar.

Mustafa Raja menyatakan Ilham Arief Sirajuddin juga ditetapkan sebagai ketua formatur yang bertugas menyusun kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode berikutnya.

Strategi Konsolidasi dan Target Kursi

Untuk mencapai target peningkatan perolehan kursi, Partai Golkar menekankan beberapa strategi utama:

  • Penguatan Struktur Organisasi

    Partai Golkar berkomitmen untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa. Ini dilakukan dengan menuntaskan musyawarah cabang di seluruh kabupaten dan kota, lalu melanjutkan pembentukan struktur hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. Kekuatan partai terletak di level bawah, sehingga penting untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat setempat.

  • Evaluasi dan Program Kerja

    Musda XI menjadi momen penting untuk evaluasi kepengurusan dan penyusunan program kerja. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kepengurusan baru dapat menjalankan tugas dengan efektif dan efisien.

  • Pemilihan Ketua DPD

    Pemilihan ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan dilakukan melalui proses yang transparan dan demokratis. Ilham Arief Sirajuddin terpilih secara aklamasi sebagai ketua DPD, yang akan memimpin konsolidasi partai menuju Pemilu 2029.

Dinamika Perpindahan Kader

Perpindahan kader ke partai politik lain setelah pelaksanaan Musda menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Namun, Partai Golkar tetap menjunjung tinggi prinsip inklusivitas dan menghargai pilihan politik setiap kader. Partai ini tidak bersifat eksklusif, melainkan terbuka terhadap berbagai pandangan dan kebijakan.

Hasil Pemilu 2024 dan Tantangan Masa Depan

Hasil Pemilu 2024 menunjukkan bahwa Partai Golkar masih memiliki pengaruh signifikan di Sulawesi Selatan. Dengan 14 kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Partai Golkar menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak kedua. Di tingkat DPR RI, Golkar meraih empat kursi dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan.

Namun, tantangan di masa depan tetap besar. Partai Golkar harus terus meningkatkan kinerja dan memperluas basis dukungan untuk mencapai target peningkatan kursi pada Pemilu 2029. Dengan konsolidasi yang kuat dan strategi yang jelas, Partai Golkar berharap dapat kembali menjadi partai dominan di kawasan Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *