Gubenur Jambi Panggil Pertamina Stok Aman Tapi Antrian Solar Tak Kunjung Urai

Jambi, Forumnusantaranews.com –
Gubernur Jambi Al Haris angkat bicara menanggapi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Ia mengaku sudah mengonfirmasi langsung kondisi pasokan BBM ke Pertamina.
Berdasarkan informasi dari Pertamina, stok BBM di wilayah Jambi disebut masih dalam kondisi aman.
“Kemarin saya tanya ke Pertamina, katanya tidak ada masalah. Mungkin ada keterlambatan distribusi atau masuknya minyak ke SPBU,” ujar Al Haris.
Meski mendapat kepastian stok aman, Al Haris mengaku heran. Antrean BBM solar masih terlihat panjang di sejumlah daerah. Ia menyaksikan sendiri saat perjalanan dinas ke Merangin dan Kerinci.
“Saya tanya, stok masih aman atau tidak. Tapi kenapa antreannya panjang sekali. Saya lihat waktu perjalanan ke Merangin dan Kerinci, dari malam sampai pagi antreannya masih panjang. Ada apa ini?” katanya.
Bagi Gubernur, kondisi ini perlu ditelusuri lebih dalam untuk menemukan akar persoalannya.
“Apa memang stok solar kita sedikit? Nah, ini yang akan saya tanyakan lagi kepada Pertamina. Kenapa bisa terjadi seperti ini,” jelasnya.
Al Haris memastikan Pemerintah Provinsi Jambi akan turun langsung ke lapangan dan berkoordinasi intens dengan Pertamina.
Untuk memastikan pasokan BBM subsidi tetap tersedia dan lancar untuk masyarakat. Dan mencari solusi cepat agar antrean panjang di SPBU tidak berulang.
Pemprov juga ingin memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak terganggu oleh masalah teknis di lapangan.
Antrean solar yang berulang sebelumnya kerap dipicu tiga hal keterlambatan pasokan, peningkatan konsumsi, hingga dugaan penimbunan. Karena itu Pemprov mendorong Pertamina mempercepat distribusi dan memperkuat pengawasan di setiap SPBU.
“Kalau stok aman tapi antrean panjang, berarti ada yang tidak beres di distribusi atau pengawasan. Ini harus segera kita urai bersama,” tegas Al Haris.(Nic/Tat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *