Honda Ditolak, Tech3 Beralih ke KTM di MotoGP 2027

Tim Tech3 Memilih KTM untuk MotoGP 2027, Ini Alasan Utamanya

Sebuah kabar yang sempat menghebohkan dunia balap motor ternyata tidak benar. Tek3, tim satelit yang dikenal dalam ajang MotoGP, disebut-sebut akan berpindah ke Honda. Namun, kabar tersebut akhirnya dibantah dengan adanya perpanjangan kontrak antara Tech3 dan KTM di MotoGP Catalunya 2026. Pengumuman ini terjadi pada saat yang sama dengan pencapaian penting dari KTM, yaitu meraih pole position pertama mereka dalam dua tahun melalui pembalap Pedro Acosta.

CEO dari Tech3, Guenther Steiner, menjelaskan alasan mengapa timnya memilih tetap bekerja sama dengan KTM untuk musim MotoGP 2027. Dalam wawancara di Sirkuit Barcelona-Catalunya, ia tidak secara langsung menyebutkan pabrikan tertentu, meskipun mengakui bahwa mereka pernah melakukan komunikasi dengan beberapa pabrikan lainnya.

“Saya tidak ingin membahas pabrikan tertentu,” ujar Steiner ketika ditanya tentang rumor keterlibatan Honda. “Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya berbicara dengan beberapa pabrikan untuk melihat berbagai kemungkinan dan memahami seperti apa bentuk kerja samanya nanti.”

Meski ada komunikasi dengan banyak pihak, Steiner menegaskan bahwa ada faktor utama yang membuat Tech3 memutuskan untuk tetap bersama KTM. Menurutnya, hubungan yang telah terbangun cukup kuat menjadi salah satu alasan utamanya. Selain itu, determinasi KTM juga menjadi hal penting yang membuatnya yakin untuk tetap bertahan.

“Alasan kami tetap di KTM adalah karena hubungan yang sudah terjalin cukup kuat, dan yang terpenting adalah determinasi mereka,” tambahnya. “Saya merasa kami bisa mewujudkannya bersama karena mereka ingin menang dan kami juga ingin menang. Mereka sangat berambisi untuk menang, dan itulah yang meyakinkan saya.”

Steiner juga menyampaikan bahwa KTM bukan hanya sekadar menganggap Tech3 sebagai tim satelit biasa. Mereka lebih dari itu, karena ingin bekerja sama secara aktif dengan Tech3.

“Mereka bukan sekadar mengatakan, ‘Kami ingin kalian menjadi tim satelit kami’. Mereka ingin bekerja bersama kami,” katanya. “Kami ingin terus melangkah maju. Naik podium memang menyenangkan, mungkin juga memenangkan balapan.”

Selain itu, Steiner mengakui bahwa KTM pernah mengalami masa sulit dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kini pabrikan asal Austria itu kembali bangkit dan memiliki ambisi besar untuk kembali melaju di ajang MotoGP.

“Mereka sempat mengalami masa-masa sulit beberapa tahun lalu, tetapi sekarang mereka sudah bangkit lagi dan ingin kembali melaju,” jelasnya. “Dan bagi kami, mereka memberikan peluang terbaik untuk meraih kesuksesan. Itu alasan kami memutuskan bertahan.”

Sebagai informasi, Tech3 mulai menjadi tim satelit KTM sejak 2019 setelah mengakhiri kerja sama panjang dengan Yamaha. Bersama KTM, Tech3 berhasil meraih dua kemenangan grand prix pada musim 2020. Dengan pengalaman dan komitmen yang saling mendukung, Tech3 dan KTM tampaknya siap untuk menciptakan prestasi baru dalam dunia balap motor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *