Iran Minta AS Berikan Visa untuk Timnas Sepak Bola
Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat, sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, wajib memberikan visa kepada tim nasional sepak bola negara mereka. Hal ini dilakukan tanpa mempertimbangkan perbedaan politik antara kedua negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa pemerintah Iran sedang melakukan segala upaya untuk memastikan tidak ada hambatan bagi timnas Iran saat berpartisipasi di Piala Dunia yang akan digelar di AS. Ia mengatakan, para pemain Iran akan berangkat ke Amerika Serikat hanya untuk bertanding dalam kompetisi tersebut.
Baghaei menekankan bahwa negara tuan rumah harus memiliki komitmen jelas untuk menjamin pengajuan visa bagi anggota tim Iran “tanpa memperhatikan masalah politik”. Ia juga menyampaikan harapan agar FIFA mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kredibilitasnya. Ia merujuk pada perkembangan terbaru yang dianggap tidak adil terhadap tim Iran oleh FIFA.
Iran berkomitmen untuk menggunakan semua kemampuan yang tersedia agar tim nasionalnya dapat berpartisipasi dengan lancar. Mengingat tidak adanya hubungan diplomatik langsung antara Iran dan AS, Baghaei menyebutkan bahwa Seksi Urusan Iran di Washington, yang berada di bawah perlindungan Kedutaan Besar Pakistan, siap memberikan bantuan yang diperlukan.
Ketika ditanya tentang kemungkinan negosiasi damai antara Iran dan AS, Baghaei memilih untuk tidak berkomentar. Ia hanya menyatakan bahwa saat ini fokus utama adalah olahraga.
Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dari tanggal 11 Juni hingga 19 Juli. Iran telah dijadwalkan bermain dua pertandingan di Los Angeles melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni. Setelah itu, mereka akan menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Tensi regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah, serta memblokir Selat Hormuz. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan permanen. Akhirnya, Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang pasti.
Tinggalkan Balasan