Jawaban Tegas Wabup Purwakarta: Bukan Konflik, Melainkan Bentuk Tanggungjawab Moral 

Foto: Abang Ijo Hapidin Wakil Bupati Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Forumnusantaranews.com- Polemik yang mencuat antara Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, dengan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein akhirnya dijawab tegas. Diri nya menegaskan, tidak ada konflik pribadi di antara keduanya, melainkan bentuk tanggung jawab moral sebagai pemimpin yang sama-sama dipilih rakyat. Hal tersebut disampaikan Abang Ijo melalui akun tiktok pribadi nya @bangwabup.purwakarta yang berdurasi 5 menit 52 detik.

“Secara pribadi tidak ada masalah. Tapi kami ini punya amanah dari masyarakat,” tegas Abang Ijo.

Menurutnya, sejak awal pencalonan, ia dan bupati memiliki visi besar menjadikan Purwakarta istimewa. Namun dalam perjalanan, Abang Ijo mengaku kerap menemukan persoalan serius di lapangan mulai dari dugaan pungli hingga penyelewengan bantuan pemerintah.

Bang Jo mencontohkan kasus dugaan pungli di Bendungan Cirata yang sempat ditindaklanjuti hingga pelaku diamankan aparat. Tak berhenti di situ, ia juga mengungkap persoalan penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga diselewengkan oleh oknum operator.

“Bantuan itu harus tepat sasaran. Kalau ada yang menyalahgunakan, harus diberi sanksi, bukan justru dilindungi,” ujarnya.

Abang Ijo bahkan menyebut sempat terjadi upaya penyelesaian yang tidak sesuai prinsip penegakan aturan. Hal itulah yang membuatnya memilih bersikap tegas dan tidak sepakat.

Tak hanya soal pungli dan bantuan sosial, polemik terbaru juga mencuat terkait perlakuan terhadap Satpol PP. Ia menilai, sebagai institusi di bawah naungan pemerintah pusat, marwah Satpol PP harus dijaga.

“Kalau ada masalah, panggil, bina. Tidak perlu diumbar. Itu institusi yang harus kita hormati,” katanya.

Abang Ijo juga menyinggung adanya tekanan terhadap anggota yang membuat mereka takut jujur karena khawatir kehilangan jabatan.

Meski demikian, Abang Ijo menegaskan sikapnya bukan bentuk perlawanan atau kebencian. Justru sebaliknya, ia menyebut kritik yang disampaikan adalah bentuk kepedulian terhadap kepemimpinan daerah.

“Teman yang benar itu yang mengingatkan, bukan yang menjerumuskan,” ucapnya.

Lebih jauh, dirinya mengungkap masih banyak persoalan besar di Purwakarta yang harus dibenahi, mulai dari pengangguran, praktik pungutan liar dalam dunia kerja, hingga kondisi generasi muda yang dinilai memprihatinkan dari tawuran hingga krisis etika di sekolah.

Dia juga menyoroti potensi besar dana CSR perusahaan yang dinilai belum dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat, termasuk mengatasi angka putus sekolah.

Di akhir pernyataannya, Abang Ijo menegaskan bahwa semua sikap dan pernyataannya memiliki satu dasar utama: keberpihakan kepada masyarakat.

“Ini bukan soal pribadi. Ini bentuk kasih sayang saya kepada bupati dan terutama kepada masyarakat Purwakarta,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *