Foto : Abang Ijo Hapidin Wakil Bupati Purwakarta (kiri) Aulia Kasatpol PP (kanan)
Forumnusantaranews.com- Polemik dugaan kebohongan oknum pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purwakarta terkait temuan tumpukan air mineral kemasan di dalam post penjagaan terus bergulir panas. Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, turun langsung ke kantor Satpol PP untuk mengusut kebenaran di balik kasus tersebut.
Dalam sidaknya, Abang Ijo menyoroti keras budaya takut terhadap atasan yang kerap berujung pada ketidakjujuran bawahan. Ia menegaskan, kondisi seperti ini tidak boleh terus dibiarkan.
“Jangan sampai gara-gara takut dengan atasan akhirnya berbohong. Banyak kejadian seperti itu, karena takut sama pimpinan akhirnya bawahan tidak jujur,” tegas Bang Ijo kepada Aulia selaku Kasatpol PP dalam akun tiktok pribadi nya @bangwabup.purwakarta.
Tak hanya itu, Abang Ijo juga mempertanyakan secara langsung kepada Kasatpol PP terkait kepemilikan air mineral yang sebelumnya disebut milik seorang pedagang. Dirinya ingin memastikan tidak ada informasi yang ditutup-tutupi.
“Saya mau tahu sebenarnya siapa pemilik Aqua itu,” ujarnya.
Abang Ijo pun menegaskan, jika terbukti air mineral tersebut milik internal Satpol PP, maka tanggung jawab tidak boleh hanya dibebankan kepada bawahan semata.
“Kalau pemiliknya orang Satpol PP, yang harus bertanggung jawab itu pimpinannya, bukan hanya bawahannya,” tandasnya.
Abang Ijo juga mengingatkan pentingnya menjaga citra dan marwah institusi. Menurutnya, Satpol PP sebagai aparat penegak Perda yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri harus tetap menjaga integritas di mata publik.
“Jangan sampai imej Satpol PP Purwakarta jadi jelek. Jaga marwah institusi,” tegasnya lagi.
Sebelumnya, pihak Satpol PP sempat menyampaikan bahwa air mineral tersebut merupakan milik seorang pedagang. Namun, pernyataan itu kini diragukan dan tengah didalami lebih lanjut.
Sebagai buntut dari kejadian ini, seorang koordinator lapangan (korlap) Satpol PP dan beberapa anggota satpol PP telah dijatuhi sanksi oleh Bupati Purwakarta. Bahkan, yang bersangkutan akan dikirim ke barak Brimob sebagai bentuk pembinaan disiplin.
Tinggalkan Balasan