Kisah berbeda Gresini dan VR46, dua pembalap Tech3 dapat motor pabrikan 2027

Perbedaan Nasib Tech3 dengan Gresini dan VR46 dalam Penggunaan Motor Spek Pabrikan

KTM MotoGP, yang dipimpin oleh bosnya Guenther Steiner, sedang mempersiapkan langkah strategis untuk musim 2027. Salah satu poin penting yang sedang dibahas adalah pengadaan motor spek pabrikan bagi dua pembalapnya di era mesin 850 cc. Hal ini berbeda dari situasi yang dialami tim Gresini dan VR46, yang hanya akan mendapatkan satu motor Ducati spesifikasi pabrikan terbaru.

Meski transisi ke mesin yang lebih kecil dan ban Pirelli memaksa setiap pabrikan untuk membuat motor baru, KTM tetap berkomitmen pada pengadaan motor spek pabrikan bagi dua pembalap mereka. Steiner menyatakan bahwa hal ini merupakan salah satu prioritas utama timnya.

“Ya, itu adalah salah satu hal yang kami inginkan,” ujarnya. “Kami sebagai sebuah tim ada di sini untuk meraih hasil, bukan sekadar meramaikan balapan. Dan itu adalah salah satu poin kuncinya. Kami ingin memiliki motor terbaik yang bisa kami dapatkan.”

Steiner juga mengakui bahwa situasi kompromi mungkin saja terjadi jika suku cadang baru tidak cukup untuk langsung dibagikan kepada semua pembalap. Namun, ia menegaskan bahwa Tech3 tidak akan otomatis dikesampingkan.

“Tentu saja selalu ada ruang untuk kompromi dan jika alasannya masuk akal, kita harus bisa berkompromi.”

“Namun, menurut saya, jika salah satu motor kami posisinya berada di depan motor tim pabrikan utama, kami juga berhak mendapatkan keuntungan untuk diprioritaskan mendapat suku cadang baru.”

Persiapan Tim Tech3 untuk Musim 2027

Untuk musim 2027, susunan pembalap Tech3 belum sepenuhnya dikonfirmasi. Steiner sedang mencari kombinasi antara satu pembalap berpengalaman dan satu pembalap pemula (rookie). Ia menjelaskan bahwa pembalap rookie tersebut tidak akan menggunakan motor dengan spesifikasi yang lebih lama.

“Tidak, kami harus terus berkembang. Membatasi perkembangan teknologi motor tidak akan membawa kami maju,” jelasnya.

Beberapa nama telah muncul sebagai kandidat untuk kursi pembalap berpengalaman. Salah satunya adalah Luca Marini, pembalap HRC. Sementara itu, Senna Agius dan Manuel Gonzalez, rekan satu tim di Intact Moto2, menjadi kandidat kuat untuk kursi kedua di atas motor RC16.

“Mereka berdua adalah kandidat rookie saya,” tegas Steiner.

“Saya rasa Anda semua sudah tahu kedua pembalap Intact tersebut; mereka berdua sangat bagus.”

“Jadi, ini membuat kami cukup sulit untuk memilih… Menurut saya, tidak ada nilai minus yang besar dari mereka berdua.”

“Tinggal masalahnya sekarang, siapa yang punya lebih banyak nilai plus? Mari kita lihat saja nanti.”

Tantangan dan Harapan untuk Musim Depan

Dengan persiapan yang matang, Tech3 berharap bisa bersaing secara kompetitif di musim 2027. Meskipun terdapat perbedaan nasib dengan tim lain seperti Gresini dan VR46, Steiner yakin bahwa pendekatan yang diambil akan memberikan hasil yang maksimal.

Penggunaan motor spek pabrikan bagi dua pembalap Tech3 menjadi langkah strategis yang diharapkan bisa meningkatkan performa tim. Dengan dukungan teknologi terbaru dan komitmen untuk terus berkembang, Tech3 siap menghadapi tantangan di era 850 cc.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *