Kopi Arabika Kerinci Tembus Pakistan, 190 Ton Senilai Rp. 18 Miliar Siap Ekspor Tahun 2026

Kerinci, Forumnusantaranews.com-
Kopi Arabika asal Jambi kembali menorehkan prestasi di pasar internasional. PT Alko Sumatra Kopi Jambi resmi menjalin kerja sama jual beli dengan pengusaha asal Pakistan untuk ekspor kopi Kerinci sebanyak 190 ton senilai 1 juta dolar AS atau sekitar Rp18 miliar.
Penandatanganan kesepakatan disaksikan langsung oleh Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez di Kerinci, Sabtu (18/7/2026).
“Hari ini saya menyaksikan langsung penandatanganan kesepakatan antara PT Alko Sumatra Kopi dan pengusaha asal Pakistan, yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Pakistan untuk Indonesia. Ternyata kopi Kerinci sangat mendunia,” kata Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah.
Mewakili Pemerintah Provinsi Jambi, Ariansyah menyampaikan kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa kopi asal Jambi, khususnya dari Kerinci, semakin diminati di kancah internasional.
“Sebelum Pakistan, sudah ada tiga negara yaitu Belgia, Jepang, dan Tiongkok yang telah menjalin kerja sama pembelian kopi Jambi. Ditambah Pakistan hari ini, potensi pasar global kopi Jambi terbukti kian kuat,” ujarnya.
Pemprov Jambi meyakini perluasan pasar ekspor ini akan berdampak positif bagi kesejahteraan petani kopi dan perekonomian daerah.
“Pemprov Jambi memberikan apresiasi kepada petani Alko. Secara mandiri mereka sudah tumbuh berkembang hingga mampu melakukan kerja sama dengan negara Pakistan. Semoga ini menjadi nilai tambah bagi daerah dan petani,” harap Ariansyah.
CEO PT Alko Sumatra Kopi Suryono mengatakan kedatangan pengusaha dan Dubes Pakistan merupakan bentuk dukungan nyata yang diperkuat perjanjian kerja sama.
“Tahap awal disepakati pengiriman kopi sebanyak 10 kontainer untuk tahun 2026. Estimasi awal pembelian oleh pengusaha Pakistan sebesar 1 juta dolar AS,” jelas Suryono.
Ia menambahkan, kualitas Arabika Kerinci menjadi daya tarik utama. Pengembangan kopi Jambi saat ini juga telah menyertakan sentuhan teknologi dan inovasi sehingga mutu semakin baik dan berdaya saing.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez berharap kerja sama ini mampu menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam pengembangan industri kopi lokal berbasis teknologi berkelanjutan.
“Preserves nature and empowers people by utilizing technology. Melestarikan alam dan memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi,” kata Zahid.
Langkah ini diharapkan dapat membuka pasar yang lebih luas bagi komoditas kopi Sumatra di kancah internasional, khususnya ke Pakistan.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *