LESTARI Summit & Awards 2026: Ruang Kolaborasi untuk Agenda Keberlanjutan
KG Media akan menggelar LESTARI Summit & Awards 2026 di Raffles Hotel Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Acara ini bertujuan sebagai forum pertukaran gagasan dan kolaborasi lintas sektor, serta penganugerahan bagi berbagai inisiatif keberlanjutan di Indonesia. Dengan tema “The Regenerative Pulse: Agile Ideas, Resilient Systems, Disruptive Change”, acara ini dirancang untuk mendorong agenda keberlanjutan dari percakapan menuju praktik yang dapat diukur, diperluas, dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Sejumlah tokoh dan pemimpin lintas sektor akan hadir dalam acara tersebut. Wakil Kepala Bappenas RI Febrian Alphyanto Ruddyard akan menyampaikan Opening Policy Speech. Segmen From Policy to Accountability: Beyond Compliance akan menghadirkan UNDP Resident Representative in Indonesia Sara Ferrer Olivella, sementara sesi Nature-Based Economy & Local Impact akan diisi oleh Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product Susi Pudjiastuti.
Pada segmen Transforming Systems, Empowering Communities, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramitha akan menjadi salah satu narasumber yang membagikan perspektifnya. Rangkaian summit kemudian ditutup dengan Keynote Summary oleh Founder dan Chairman Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal. Selain sejumlah nama tersebut, masih banyak lagi pembicara yang akan hadir di LESTARI Summit 2026. Kehadiran mereka akan mempertemukan perspektif pemerintah, organisasi internasional, korporasi, penggerak ekonomi berbasis alam, dan pemikir kebijakan global dalam satu rangkaian acara. Sejumlah pembicara dari unsur regulator, akademisi, praktisi, komunitas, dan industri kreatif juga akan terlibat dalam berbagai sesi sepanjang forum.
Tiga Fokus Utama dalam LESTARI Summit 2026
LESTARI Summit 2026 akan menghadirkan pembahasan dalam tiga fokus utama, yakni National Direction & Sustainability Accountability, Nature-Based Economy & Local Impact, serta Business Transformation, Technology & Public Action.
Pada fokus pertama, rangkaian sesi akan membahas posisi keberlanjutan dalam arah pembangunan nasional serta kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. Pembahasan juga akan menyoroti peluang Indonesia memanfaatkan kekayaan alam, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Selain arah kebijakan, forum juga akan mengulas kesiapan perusahaan menghadapi perkembangan pelaporan keberlanjutan. Topik yang dibahas mencakup tata kelola, kualitas dan ketersediaan data, kepatuhan, assurance, serta integrasi agenda keberlanjutan ke dalam strategi dan proses pengambilan keputusan bisnis.
Fokus Nature-Based Economy & Local Impact akan mengangkat potensi kekayaan alam dan komunitas lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Pembahasan mencakup ekonomi biru dan hijau, biodiversitas, kewirausahaan berbasis alam, kota sirkular, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan penggerak perubahan di tingkat lokal. Rangkaian sesi tersebut akan memperlihatkan bahwa perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penciptaan nilai ekonomi. Ekosistem alam, pengetahuan lokal, dan inisiatif berbasis komunitas dapat menjadi fondasi pengembangan usaha sekaligus membuka peluang kerja dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Sementara itu, fokus Business Transformation, Technology & Public Action akan membahas pemanfaatan teknologi untuk mendukung praktik keberlanjutan, transformasi usaha menuju pertumbuhan rendah karbon, serta penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana dan perubahan lingkungan. Topik lain yang akan diangkat adalah pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Pembahasan ini akan menyoroti bagaimana perubahan pilihan sehari-hari, pemanfaatan kembali produk, dan pengurangan budaya sekali pakai dapat memberikan nilai baru bagi masyarakat, bisnis, dan lingkungan. Rangkaian summit juga akan mengulas peran Indonesia setelah berakhirnya agenda Sustainable Development Goals pada 2030. Pembahasan diarahkan pada peluang Indonesia mendorong pembangunan ekonomi yang tangguh, memulihkan sistem alam, memperluas inovasi yang inklusif, serta memperkuat peran dalam pembentukan agenda regeneratif global berikutnya.
Melalui tiga fokus tersebut, LESTARI Summit 2026 ingin menghubungkan arah besar kebijakan dengan praktik bisnis, perkembangan teknologi, penguatan komunitas, dan keputusan sehari-hari masyarakat. Forum itu pun diharapkan dapat memperlihatkan bahwa keberlanjutan berkaitan langsung dengan cara pembangunan dirancang, perusahaan bertumbuh, kota dikelola, serta masyarakat menjalani kehidupan.
Penganugerahan LESTARI Awards 2026
Rangkaian forum akan dilanjutkan dengan penganugerahan LESTARI Awards 2026. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan, organisasi, dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang telah menjalankan inisiatif keberlanjutan serta menghadirkan dampak bagi lingkungan, masyarakat, dan tata kelola organisasi. Pada tahun ketiga pengelenggaraannya, LESTARI Awards menghadirkan 14 kategori penghargaan yang mencakup pengelolaan ekosistem dan sampah, ekonomi sirkular, energi terbarukan dan efisiensi energi, keberagaman dan inklusi, hak asasi manusia dan ketenagakerjaan, pengembangan talenta, hubungan dengan komunitas lokal, kesehatan dan kesejahteraan, rantai pasok, kemitraan, transformasi, serta produk dan layanan berkelanjutan. Kategori ini terbuka bagi peserta, mulai dari kelas UMKM hingga korporasi.
Wisnu Nugroho, Vice President Sustainability KG Media, mengatakan bahwa proses penilaian LESTARI Awards tidak hanya melihat besarnya sebuah program. Konsistensi pelaksanaan, komitmen jangka panjang, kualitas data, serta dampak nyata menjadi bagian penting dalam menilai setiap inisiatif. “Bukan kesempurnaan yang kami cari, melainkan kesungguhan, komitmen jangka panjang, dan langkah-langkah nyata dari program yang dilakukan,” kata Wisnu.
Proses penilaian LESTARI Awards 2026 melibatkan 12 juri eksternal dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi, organisasi non-pemerintah, dan profesional di bidang keberlanjutan. Panel juri dibagi berdasarkan fokus sosial, lingkungan, tata kelola, serta kategori usaha kecil dan menengah. Pembagian tersebut dilakukan agar setiap program dapat ditelaah sesuai bidang keahlian dan indikator yang relevan. KG Media bertindak sebagai penyelenggara, sedangkan proses penilaian dilakukan secara independen oleh para juri.
Penganugerahan itu melengkapi rangkaian summit yang membahas kebijakan, strategi, inovasi, dan kolaborasi. Dengan demikian, LESTARI Summit & Awards 2026 tidak hanya menghadirkan pertukaran gagasan, tetapi juga memberikan ruang apresiasi bagi praktik keberlanjutan yang telah diterapkan dan memberikan dampak.
Tinggalkan Balasan