Jambi, Forumnusantranews.com-
Tim Penggerak PKK Kota Jambi kembali menunjukkan perannya dalam upaya penurunan angka kasus Tuberkulosis TBC. Kali ini lewat penguatan kapasitas kader PKK, khususnya Pokja IV di setiap kecamatan, melalui program Gerakan Bersama Kader Screening Tuberkulosis “GEBRAK TBC”.
Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., menyebut GEBRAK TBC merupakan inovasi TP PKK Kota Jambi untuk mendukung target eliminasi TBC nasional pada 2030.
“Jadi para kader akan door to door dari rumah ke rumah mensosialisasikan gejala-gejala apa yang dialami oleh pasien TBC seperti batuk yang berkelanjutan selama 2 minggu, penurunan berat badan, dan lainnya,” ujar Nadiyah, Senin (22/6/2026).
“Sebagai tindak lanjutnya, masyarakat bisa langsung melaporkannya ke puskesmas agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.
Nadiyah mengungkapkan, dengan hadirnya inovasi GEBRAK TBC, cakupan pemeriksaan TBC kini lebih luas dilakukan. Hal ini sesuai tujuan awal agar screening TBC meningkat di seluruh wilayah kota.
“Harapannya deteksi dini bisa lebih baik sehingga mereka bisa disembuhkan, dengan harapan Indonesia bisa bebas TBC,” ungkapnya.
Melalui kegiatan masif yang terus digencarkan, Kota Jambi menargetkan eliminasi TBC bisa terwujud lebih awal dari target nasional.
“Kalau untuk Kota Jambi, mudah-mudahan di tahun 2029 bisa menunjukkan angka signifikan TBC. Oleh karena itu butuh kolaborasi lintas sektor. Jadi bukan hanya tanggung jawab petugas medis, ini adalah tanggung jawab masyarakat, swasta, tokoh agama, dan semua harus bergerak bersama,” jelas Nadiyah.
Nadiyah menekankan, pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah menghilangkan stigma terhadap penderita TBC. Dengan stigma hilang, warga yang mengalami gejala berani memeriksakan diri.
“Namun yang paling penting adalah menghilangkan stigma, sehingga terduga TBC tidak malu untuk melakukan pemeriksaan,” ucap Nadiyah.
“Mari kita rangkul dan support bagi mereka yang memang mengidap TBC ini agar bisa diobati hingga sembuh, sehingga tidak menjadi sumber penularan kepada yang lainnya,” pungkasnya.
Dukungan pemerintah kota juga kian kuat. Pemerintah Kota Jambi sebelumnya telah berencana melakukan screening TBC masif bersama Kementerian Kesehatan yang digagas Wali Kota Jambi.
Dalam penguatan komitmen menurunkan angka TBC, Pemkot Jambi juga telah menetapkan Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 23 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah RAD Penanggulangan Tuberkulosis Kota Jambi Tahun 2025-2030. Regulasi ini jadi pijakan strategis daerah mendukung target eliminasi TBC nasional 2030.
Secara nasional, TBC masih menjadi masalah kesehatan besar. Indonesia berada di peringkat kedua tertinggi di dunia dengan kasus TBC. Data nasional mencatat masih ada lebih dari satu juta kasus TBC aktif.
Pemerintah menargetkan 90 persen kasus harus terdeteksi dan 80 persen di antaranya diobati tuntas. Dengan gerakan door to door kader PKK lewat GEBRAK TBC, Kota Jambi berharap bisa memberi kontribusi nyata untuk menekan angka tersebut.(Tat/Nic)
Tim Penggerak PKK Kota Jambi kembali menunjukkan perannya dalam upaya penurunan angka kasus Tuberkulosis TBC. Kali ini lewat penguatan kapasitas kader PKK, khususnya Pokja IV di setiap kecamatan, melalui program Gerakan Bersama Kader Screening Tuberkulosis “GEBRAK TBC”.
Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., menyebut GEBRAK TBC merupakan inovasi TP PKK Kota Jambi untuk mendukung target eliminasi TBC nasional pada 2030.
“Jadi para kader akan door to door dari rumah ke rumah mensosialisasikan gejala-gejala apa yang dialami oleh pasien TBC seperti batuk yang berkelanjutan selama 2 minggu, penurunan berat badan, dan lainnya,” ujar Nadiyah, Senin (22/6/2026).
“Sebagai tindak lanjutnya, masyarakat bisa langsung melaporkannya ke puskesmas agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.
Nadiyah mengungkapkan, dengan hadirnya inovasi GEBRAK TBC, cakupan pemeriksaan TBC kini lebih luas dilakukan. Hal ini sesuai tujuan awal agar screening TBC meningkat di seluruh wilayah kota.
“Harapannya deteksi dini bisa lebih baik sehingga mereka bisa disembuhkan, dengan harapan Indonesia bisa bebas TBC,” ungkapnya.
Melalui kegiatan masif yang terus digencarkan, Kota Jambi menargetkan eliminasi TBC bisa terwujud lebih awal dari target nasional.
“Kalau untuk Kota Jambi, mudah-mudahan di tahun 2029 bisa menunjukkan angka signifikan TBC. Oleh karena itu butuh kolaborasi lintas sektor. Jadi bukan hanya tanggung jawab petugas medis, ini adalah tanggung jawab masyarakat, swasta, tokoh agama, dan semua harus bergerak bersama,” jelas Nadiyah.
Nadiyah menekankan, pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah menghilangkan stigma terhadap penderita TBC. Dengan stigma hilang, warga yang mengalami gejala berani memeriksakan diri.
“Namun yang paling penting adalah menghilangkan stigma, sehingga terduga TBC tidak malu untuk melakukan pemeriksaan,” ucap Nadiyah.
“Mari kita rangkul dan support bagi mereka yang memang mengidap TBC ini agar bisa diobati hingga sembuh, sehingga tidak menjadi sumber penularan kepada yang lainnya,” pungkasnya.
Dukungan pemerintah kota juga kian kuat. Pemerintah Kota Jambi sebelumnya telah berencana melakukan screening TBC masif bersama Kementerian Kesehatan yang digagas Wali Kota Jambi.
Dalam penguatan komitmen menurunkan angka TBC, Pemkot Jambi juga telah menetapkan Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 23 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah RAD Penanggulangan Tuberkulosis Kota Jambi Tahun 2025-2030. Regulasi ini jadi pijakan strategis daerah mendukung target eliminasi TBC nasional 2030.
Secara nasional, TBC masih menjadi masalah kesehatan besar. Indonesia berada di peringkat kedua tertinggi di dunia dengan kasus TBC. Data nasional mencatat masih ada lebih dari satu juta kasus TBC aktif.
Pemerintah menargetkan 90 persen kasus harus terdeteksi dan 80 persen di antaranya diobati tuntas. Dengan gerakan door to door kader PKK lewat GEBRAK TBC, Kota Jambi berharap bisa memberi kontribusi nyata untuk menekan angka tersebut.(Tat/Nic)
Tinggalkan Balasan