Manchester City patahkan dominasi Chelsea, resmi raih gelar WSL setelah 10 tahun

Tim Putri Manchester City Juara WSL Musim 2025/2026

Tim putri Manchester City resmi menjadi juara Women’s Super League (WSL) musim 2025/2026 setelah Arsenal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Brighton & Hove Albion pada Kamis (7/5). Gelar ini menjadi trofi kedua dalam sejarah klub sekaligus yang pertama dalam sepuluh tahun terakhir sejak keberhasilan mereka pada musim 2016. Kemenangan ini menandai kembalinya City sebagai kekuatan utama di kompetisi sepak bola wanita Inggris.

Arsenal sebenarnya datang ke pertandingan melawan Brighton dengan harapan menjaga peluang juara tetap hidup. Namun, Brighton sebagai tuan rumah berhasil memimpin lebih dulu lewat gol Fuka Tsunoda menjelang akhir babak pertama. Arsenal baru mampu menyamakan skor pada menit ke-62 melalui Frida Maanum. Meski terus melakukan tekanan di sisa pertandingan, tim asuhan Renee Slegers gagal menciptakan gol kemenangan.

Hasil ini menunjukkan bahwa Arsenal mengalami kesulitan untuk mengalahkan Brighton. Ini adalah kali kedua dalam dua bulan terakhir Arsenal tidak mampu meraih kemenangan atas Brighton, setelah sebelumnya tersingkir dari Piala FA Putri oleh tim asuhan Dario Vidosic pada April 2026. Keberhasilan Manchester City musim ini terasa semakin spesial karena mereka tampil tanpa status unggulan. Setelah finis di posisi keempat musim lalu dan gagal lolos ke Liga Champions, banyak pihak meragukan kemampuan mereka bersaing memperebutkan gelar.

Taktik Cerdas Andree Jeglertz

Di bawah arahan pelatih anyar Andree Jeglertz, Manchester City mampu tampil konsisten sepanjang musim. Dari 21 pertandingan WSL, City memenangkan 17 laga, termasuk menyapu bersih 11 pertandingan kandang dengan kemenangan. Rekor ini terakhir kali dicapai oleh Chelsea Women pada musim 2022/2023. Keberhasilan City musim ini mengakhiri dominasi Chelsea yang selama enam musim terakhir selalu menjuarai WSL.

Salah satu kekuatan utama Manchester City musim ini adalah lini serang yang sangat produktif. Trio Khadija Shaw, Vivianne Miedema, dan Kerolin menjadi mesin gol utama tim. Shaw telah mencetak 19 gol musim ini, sedangkan Miedema mencatatkan 10 gol dan Kerolin menyumbang sembilan gol. Secara keseluruhan, City menjadi tim tersubur di WSL dengan koleksi 58 gol dari 21 pertandingan.

Meskipun tampil mengecewakan musim lalu, City tidak melakukan perubahan besar pada skuad. Mereka hanya menambah beberapa pemain pada bursa transfer Januari seperti Grace Clinton, Sydney Lohmann, dan Sam Coffey untuk memperkuat kerangka tim yang sudah ada.

Peran Penting Manajemen Klub

Keputusan manajemen klub juga dinilai berperan besar dalam kebangkitan tim putri Manchester City. Direktur pelaksana Charlotte O’Neill dan direktur olahraga Therese Sjogran disebut menjadi sosok penting di balik transformasi tim. Salah satu keputusan berani mereka adalah memecat Gareth Taylor musim lalu dan menunjuk Jeglertz sebagai pengganti permanen.

Peluang Gelar Ganda Domestik

Selain menjuarai WSL, Manchester City masih memiliki peluang meraih gelar ganda domestik musim ini. Mereka akan menghadapi Chelsea di semifinal Piala FA Putri pada 10 Mei, sedangkan semifinal lainnya mempertemukan Liverpool melawan Brighton. Pertandingan ini akan menjadi ujian berikutnya bagi City untuk membuktikan konsistensi mereka sebagai tim terbaik di Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *