Meski Pagi Bersama Prabowo, Malamnya Dadan Dipecat Mendadak dari Kepala BGN

Perubahan Pemimpin di Badan Gizi Nasional

Pergantian kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terjadi secara mendadak. Dadan Hindayana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BGN, tiba-tiba dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto. Keputusan ini terjadi meskipun pada pagi hari, Dadan masih berada di samping Presiden saat meninjau SPPG dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan Hari Sebelumnya

Pada hari sebelum pencopotan, Dadan turut serta dalam kunjungan Presiden ke SPPG Palmerah dan sekolah SMPN 111 Jakarta. Ia juga hadir saat Presiden meninjau pelaksanaan program MBG. Namun, malam harinya, keputusan untuk mengganti pimpinan BGN langsung diumumkan.

Dadan digantikan oleh Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Pergantian ini mengejutkan banyak pihak, karena hanya beberapa hari sebelumnya, ada isu bahwa perubahan akan terjadi. Selain itu, dugaan adanya pengawasan terhadap kinerja lembaga tersebut juga muncul setelah ada informasi tentang operasi tangkap tangan (OTT) oleh aparat penegak hukum.

Alasan Pencopotan

Beberapa pejabat pemerintahan menyebutkan bahwa salah satu lembaga telah disorot oleh Presiden karena kinerja yang tidak memadai dan pemborosan anggaran. Salah satu alasan utama adalah efisiensi penggunaan dana yang besar dalam program MBG.

Program MBG, yang diprioritaskan oleh Presiden Prabowo, bertujuan memberikan makanan bergizi gratis kepada 82,9 juta penerima, termasuk peserta didik santri, balita, ibu hamil, dan menyusui. Hingga Mei 2026, program ini telah mencapai 61,9 juta penerima. Anggaran tahun ini mencapai Rp268 triliun, sehingga menjadi fokus utama pemerintah dalam pengawasan.

Penunjukan Pemimpin Baru

Presiden Prabowo juga mencopot dua wakil kepala BGN, yaitu Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Nanik S Deyang kemudian dilantik sebagai kepala baru BGN. Selain itu, dua pejabat baru, Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono, ditunjuk sebagai wakil kepala BGN.

Pergantian ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan oleh Presiden. Proses ini melibatkan masukan dari berbagai kementerian terkait, masyarakat, dan para penerima manfaat langsung. Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, menjelaskan bahwa perombakan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Harapan untuk Pemimpin Baru

Prasetyo berharap pimpinan baru dapat segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat koordinasi antar departemen. Ia berharap langkah-langkah strategis dapat segera diambil agar program MBG berjalan dengan baik dan sesuai target.

Reaksi Publik

Pencopotan Dadan cukup mengejutkan, mengingat hanya empat bulan lalu ia dianugerahi Jasa Bintang Utama oleh Presiden Prabowo karena kontribusinya dalam program MBG. Meski demikian, keputusan ini dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan program yang memiliki anggaran besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *