Penunjukan Wakil Kepala BGN yang Baru
Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Pengangkatan ini dilakukan dalam rangka perombakan jajaran pimpinan lembaga tersebut, dengan harapan dapat memperkuat pelaksanaan program-program strategis di bidang gizi nasional.
Mayjen Trenggono saat ini juga menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Dalam perannya tersebut, ia terlibat dalam pengawasan sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia lahir pada 21 November 1969 dan lulus dari Akademi Militer pada tahun 1993 setelah menempuh pendidikan di Infanteri Kopassus. Karier militernya berlangsung di berbagai posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Sebelumnya, Trenggono menjabat Direktur Pengkajian dan Pengembangan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) selama periode 2024-2025. Jabatan ini diemban setelah sebelumnya ia dipercaya menjadi Direktur Umum Akademi Militer pada masa 2023-2024. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI pada 2025. Berbagai posisi yang pernah dipegangnya membuat Trenggono dikenal memiliki pengalaman luas dalam manajemen organisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta perencanaan strategis.
Penunjukan Trenggono merupakan bagian dari perubahan besar di tubuh Badan Gizi Nasional. Selain mengganti Wakil Kepala BGN, Presiden juga menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, menggantikan Dadan Hindayana. Di sisi lain, posisi Wakil Kepala BGN lainnya kini diisi oleh Agustina Arumsari yang menggantikan Lodewijk Pusung. Dengan demikian, susunan pimpinan BGN mengalami penyegaran menyeluruh setelah sekitar satu setengah tahun menjalankan tugasnya.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pergantian pimpinan dilakukan setelah Presiden melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja BGN. Evaluasi ini didasarkan pada pelaksanaan program di lapangan, masukan dari kementerian terkait, serta tanggapan masyarakat dan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Prasetyo menegaskan bahwa BGN memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Oleh karena itu, lembaga tersebut membutuhkan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas.
Tanggung Jawab dan Harapan Terhadap Kepemimpinan Baru
Dengan penunjukan para pejabat baru, diharapkan BGN dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya. Berbagai program yang telah dijalankan seperti MBG dan pengembangan koperasi desa harus dapat ditingkatkan kualitasnya. Kepemimpinan yang kuat dan kompeten akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target pemerintah terkait peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat.
Selain itu, kerja sama antar sektor sangat penting dalam memastikan semua program berjalan lancar. Dengan adanya koordinasi yang baik, BGN dapat lebih cepat merespons kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi yang tepat. Semua ini tentu saja tidak akan tercapai tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat.
Kehadiran para pejabat baru diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam sistem pangan dan gizi nasional. Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, mereka diharapkan mampu menghadapi tantangan yang ada dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia.
Tinggalkan Balasan