Pemersatu HKTI jadi momentum perkuat perjuangan petani Tasikmalaya

Penyatuan HKTI di Kota Tasikmalaya

Polemik dualisme kepengurusan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akhirnya selesai. Penyatuan organisasi dari tingkat pusat hingga daerah menjadi langkah awal untuk memperkuat peran HKTI dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Di Kota Tasikmalaya, dua kepengurusan yang sebelumnya dipimpin oleh H. Gilman Mawardi dan Andi Lala kini resmi bergabung dalam satu struktur organisasi. Kepengurusan baru tersebut telah dilantik bersama jajaran HKTI Jawa Barat di Bandung pada akhir pekan lalu sebagai tindak lanjut hasil penyatuan organisasi secara nasional.

Struktur Kepengurusan Baru

Dalam susunan pengurus yang baru, H. Gilman Mawardi dipercaya memimpin HKTI Kota Tasikmalaya sebagai ketua. Ia akan bertanggung jawab atas berbagai kebijakan dan strategi yang diambil oleh organisasi. Sementara itu, Andi Lala mengemban amanah sebagai wakil ketua. Jabatan sekretaris diisi oleh Dosen Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi, Dr. Dedi Natawijaya, sedangkan bendahara dipercayakan kepada Dadan “Puyuh”.

Kepengurusan baru ini diharapkan dapat memberikan arah yang lebih jelas dan terpadu dalam menjalankan program-program HKTI di tingkat lokal. Selain itu, penyatuan ini juga diharapkan mampu meningkatkan koordinasi antaranggota serta memperkuat posisi HKTI sebagai organisasi yang mendukung para petani.

Tujuan Penyatuan

Tujuan utama dari penyatuan ini adalah untuk memperkuat peran HKTI dalam mendukung sektor pertanian. Dengan struktur yang lebih terorganisir, HKTI diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih efektif kepada para petani, baik dalam hal akses pasar, teknologi pertanian, maupun pendidikan dan pelatihan.

Penyatuan juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan kolaboratif. Dengan tidak adanya dualisme, HKTI bisa fokus pada penguatan kapasitas anggotanya dan memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan institusi pendidikan.

Langkah Berikutnya

Setelah pelantikan, HKTI Kota Tasikmalaya akan segera merancang berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Beberapa rencana yang sedang disusun antara lain pelatihan pertanian berkelanjutan, penguatan modal usaha petani, serta pemasaran produk pertanian secara lebih luas.

Selain itu, HKTI juga akan melakukan sosialisasi tentang pentingnya keterlibatan aktif para petani dalam berbagai kebijakan pertanian. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa suara dan kepentingan petani selalu diakomodasi dalam proses pengambilan keputusan.

Harapan Masa Depan

Dengan kepengurusan yang baru dan komitmen kuat dari semua pihak, HKTI Kota Tasikmalaya diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam pembangunan sektor pertanian. Organisasi ini juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada dalam dunia pertanian.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *