Sumenep FN: Untuk peningkatan percepatan pola tanam bagi para petani padi di seluruh Indonesia, Menteri Pertanian Republik Indonesia mengadakan program baru, yaitu; Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS).
PM-AAS merupakan program integritas mekanisasi penggunaan benih unggul dan teknologi digital guna peningkatan produktivitas hasil tani masyarakat.
Program tersebut ditargetkannya mencapai target panen tinggi, melalui epesiensi mulai dari pengolahan hingga pasca panen.
Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam program PM-AAS, menargetkan 1 juta hektare untuk seluruh Indonesia dan setiap hektare padi telah dipanen oleh masyarakat petani ditargetkannya menggapai 10 ton.
Korluh BPP. Lenteng, Kab. Sumenep, Jatim, Saddam Susilo, menyiapkan 15 hektare lahan pertanian padi, bagi 15 desa penghasil padi, dalam perealisasian program Kementerian Pertanian RI.
Baginya, program tersebut optimis terealisasi dengan baik, karena para Penyuluh Lapangan BPP. Lenteng siap sedia membantu masyarakat tani membuat alat tanam cepat secara tradisional sambil menunggu pengadaan alat tegnologi canggih dari Kementerian Pertanian RI.
” Masyarakat tidak lagi menyemai padi seperti mula, karena program PM AAS, adalah program penanaman benih padi langsung ke sawah dengan pakai alat khusus.
Jadi, padi tersebut tumbuh langsung di sawah dengan jarak lebih rapat dari cara penanaman sebelumnya. ” Tutur Saddam jelas terinci saat dikonfirmasi di ruang tugasnya, Selasa (30/6) .
Penanaman benih padi langsung ke sawah, seperti tanam biji jagung, red, – akan melanjutkan kesehatan gaya hidup tanaman padi.
Beda dengan cara lama, padi harus melaui proses penyemaian, pencabutan dari tempat semai dan penanaman kembali ke sawah, sehingga padi masih mengalami pertumbuhan hidup stres.
Cara tersebut menurutnya, ” kelak bilamana panen, karena pertumbuhannya tidak mengalami pertumbuhan stres akan meningkatkan produksi tanaman melimpah ruah, bisa bisa dalam 1 H. akan menggapai 10 ton. ”
Setelah dirinya ditanya jurnalis media FN, terkait respon masyarakat petani di Kec. Lenteng tentang program Menteri Pertanian RI, dia mengakui bahwa, masyarakat sangat antusias, dan bahkan masyarakat tani akan bersama sama para Penyuluh Pertanian Lenteng untuk membuat alat tradisional tersebut agar bisa dipakai masyarakat tani di Agustus 2026 nanti. (Sim)
Tinggalkan Balasan