Kegiatan Civic Leadership Talks PMII Banten Berikan Inspirasi bagi Kader Muda
Pada hari Senin, 11 Mei 2026, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Banten menggelar acara Civic Leadership Talks di Gedung Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Banten, Kota Serang. Acara ini dihadiri oleh ratusan kader PMII dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Salah satu narasumber yang hadir adalah Hj. Ade Yuliasih, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Banten.
Acara dengan tema “Pemuda, Kebangsaan, dan Masa Depan Bangsa Indonesia” menjadi ajang diskusi yang penuh inspirasi dan motivasi bagi para mahasiswa. Forum ini memberikan ruang bagi peserta untuk terus berjuang meraih cita-cita tanpa melupakan tanggung jawab akademik. Dalam sesi diskusi, para peserta diajak untuk memahami pentingnya peran pemuda dalam membangun bangsa.
Ketua PKC PMII Banten, Wina Setiawati, menilai bahwa Hj. Ade Yuliasih merupakan sosok teladan bagi kader PMII. Ia mengapresiasi kemampuan Ade Yuliasih dalam menjaga idealisme di tengah dunia politik. Menurut Wina, beliau bukan hanya seorang tokoh politik, tetapi juga aktivis sejati sejak muda hingga saat ini.
“Bu Ade ini salah satu teladan. Beliau bukan hanya tokoh politik, tetapi juga aktivis sejati sejak muda hingga hari ini. Salah satu yang bisa diteladani adalah bagaimana beliau tetap mempertahankan idealisme di panggung politik,” ujar Wina.
Wina juga menyampaikan bahwa pesan dan motivasi yang disampaikan oleh Ade Yuliasih menjadi penyemangat bagi kader PMII untuk terus bergerak dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Ia mengucapkan terima kasih atas nasihat yang diberikan, terutama untuk kader PMII.
Pentingnya Menyeimbangkan Aktivitas Organisasi dengan Pendidikan
Dalam pemaparannya, Hj. Ade Yuliasih menekankan pentingnya mahasiswa menyeimbangkan antara aktivitas organisasi dan tanggung jawab akademik. Ia menilai pengalaman berorganisasi sangat penting untuk membangun kapasitas diri, namun pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama.
“Mahasiswa harus mampu menyeimbangkan aktivitas organisasi dengan tanggung jawab akademik. Pengalaman berorganisasi sangat penting untuk membangun kapasitas diri, namun pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama. Artinya, boleh berorganisasi, tetapi jangan lupa dengan kewajiban akademik,” ujar Ade.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memiliki target yang jelas selama menempuh pendidikan serta memperluas wawasan melalui jejaring dan pengalaman di luar kampus. Menurutnya, ilmu tidak hanya berasal dari bangku kuliah, tetapi juga dari pengalaman nyata.
“Saya berharap kuliahnya memakai target. Cari ilmu jangan hanya di bangku kuliah, tetapi perluas ilmu pengetahuan dengan menggunakan jejaring. Harus direncanakan akan menjadi apa. Kalau kita ingin sukses, kita harus membangun circle dan jaringan,” tuturnya.
Pemuda Harus Mandiri dan Memberikan Manfaat bagi Negeri
Ade Yuliasih menegaskan bahwa generasi muda saat ini harus mampu mandiri dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Ia menilai bahwa pemuda harus berdiri di atas kakinya sendiri.
“Sekarang pemuda harus berdiri di atas kakinya sendiri. Bagaimana adik-adik ini menjadi pemuda yang bermanfaat untuk dirinya, nusa, dan bangsa,” ucapnya.
Dengan semangat tersebut, ia berharap agar para pemuda dapat menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai pelaku kegiatan organisasi, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan bangsa yang lebih baik.
Tinggalkan Balasan